Senin, 22 Jun 2026 08:08 WIB

Banjir Belum Surut, Siswa SDN Somosari Lamongan Terpaksa Belajar di Musala

Aktivitas siswa SDN Somosari, Kecamatan Kalitengah, Lamongan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Aktivitas siswa SDN Somosari, Kecamatan Kalitengah, Lamongan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com – Banjir yang telah berlangsung selama berbulan-bulan di wilayah Lamongan tak menyurutkan semangat belajar para siswa. Meski harus beradaptasi dengan keterbatasan, aktivitas belajar mengajar tetap berlangsung di SDN Somosari, Kecamatan Kalitengah, Lamongan.

Pantauan di lokasi menunjukkan, ruang-ruang kelas sekolah tersebut masih terendam banjir setinggi sekitar 40 sentimeter. Kondisi diperparah dengan lantai yang dipenuhi lumut, sehingga dinilai membahayakan keselamatan siswa. Akibatnya, pihak sekolah terpaksa memindahkan kegiatan belajar ke musala sekolah.

Baca Juga: Wagub Emil Dardak Tinjau Banjir Lamongan, Sejumlah Faktor Ditemukan

Untuk sementara, sekolah memprioritaskan pembelajaran tatap muka bagi siswa kelas lima dan enam yang akan menghadapi ujian. Sementara itu, siswa kelas satu hingga kelas empat menjalani pembelajaran secara daring dari rumah masing-masing.

Guru SDN Somosari, Masykur, mengatakan keputusan tersebut diambil demi keselamatan siswa sekaligus memastikan kesiapan menghadapi ujian.

Baca Juga: Ratusan Santri Sindir Pemkab Lamongan Soal Banjir: Maaf Jalan Sedang Dikuras

“Kelas satu sampai kelas empat sementara belajar daring. Kelas lima dan enam tetap tatap muka di musala karena ruang kelas tidak memungkinkan, masih terendam banjir dan berlumut. Kami menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya, Selasa (27/1/2026).

Meski harus belajar di tempat seadanya, semangat para siswa tetap terjaga. Salah satunya dirasakan Auliyah, siswi SDN Somosari, yang mengaku sudah terbiasa dengan kondisi tersebut.

Baca Juga: Banjir Rendam Jalur Utama Mudik dan Objek Wisata Pantura Lamongan

“Sudah dua minggu sekolah terendam banjir. Sekarang belajar di musala, tapi tetap senang karena masih bisa sekolah,” ucapnya.

Hingga kini, guru dan siswa hanya bisa berharap banjir segera surut agar proses belajar mengajar kembali normal. Pihak sekolah juga berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah, terutama untuk rehabilitasi bangunan sekolah yang terdampak banjir.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.