Ratusan Santri Sindir Pemkab Lamongan Soal Banjir: Maaf Jalan Sedang Dikuras
- Penulis : Adyad Ammy Iffansah
- | Selasa, 10 Mar 2026 23:21 WIB
jatimnow.com - Gelombang protes akibat banjir yang tak ditangani Pemkab Lamongan disuarakan ratusan santri Pondok Pesantren Matholi’ul Anwar Simo, Desa Sungelebak, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan.
Aksi tersebut dilatarbelakangi oleh musibah banjir yang tak kunjung kunjung surut, mereka resah karena banjir terus menggenangi Jalan Sukodadi - Paciran, tepat di depan Ponpes mereka.
Baca Juga: Tingkatkan Indeks Harapan Hidup, Pemkab Lamongan Ajak 600 Lansia Peringati HLUN
Ratusan santri serentak menguras genangan air dengan alat seadanya, sembari membentang poster bertuliskan "mohon maaf jalan sedang dikuras".
Aksi tersebut dinilai mewakili keresahan warga, sebab jalan tersebut merupakan akses utama penghubung antara pusat kota Lamongan menuju wilayah pantura (pantai utara).
Koordinator aksi, Maulana Arif Hidayatulloh, menjelaskan bahwa aksi ini adalah inisiatif para santri yang dilakukan atas dasar keperdulian terhadap masyarakat.
Baca Juga: Hari Jadi ke-457 Lamongan, Momen Perkuat Basis Ekonomi Lewat Sektor Pangan
"Banjir ini sudah menggenang pesantren dan jalan ini selama empat bulan lebih, tapi belum juga bisa diatasi," ujar Maulana, Selasa (10/3/2026).
Maulana meminta agar Pemkab Lamongan melakukan banyak evaluasi utamanya terhadap berbagai upaya salah satunya pompanisasi yang belum bisa membawa banyak perubahan.
"Selama ini pemerintah selalu menyampaikan sudah berusaha melakukan upaya maksimal, tapi nyatanya sampai detik ini banjir di Lamongan bukannya surut, malah makin parah," tegasnya.
Baca Juga: Alokasi Pupuk Sektor Perikanan Lamongan Tembus 52.278 Ton, Tertinggi di Jatim
Para santri dan warga sekitar menyarankan Pemerintah Kabupaten Lamongan segera mengambil tindakan nyata yang lebih efektif. Mereka menuntut solusi permanen agar aktivitas pendidikan dan ekonomi warga tidak terus terganggu setiap kali musim penghujan tiba.
"Harapannya segera ada penanganan agar banjir di Lamongan, kalau bisa sebelum Hari Raya ini, dapat diselesaikan. Dan kami ingin memastikan tahun-tahun besok Lamongan tidak banjir lagi," pungkas Maulana.
Editor : Ni'am Kurniawan