Minggu, 21 Jun 2026 23:04 WIB

Ratusan Santri Sindir Pemkab Lamongan Soal Banjir: Maaf Jalan Sedang Dikuras

Santri Pondok Pesantren Matholi’ul Anwar Simo, Desa Sungelebak, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan saat menguras genangan banjir di depan Ponpes (foto:Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Santri Pondok Pesantren Matholi’ul Anwar Simo, Desa Sungelebak, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan saat menguras genangan banjir di depan Ponpes (foto:Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Gelombang protes akibat banjir yang tak ditangani Pemkab Lamongan disuarakan ratusan santri Pondok Pesantren Matholi’ul Anwar Simo, Desa Sungelebak, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan.

Aksi tersebut dilatarbelakangi oleh musibah banjir yang tak kunjung kunjung surut, mereka resah karena banjir terus menggenangi Jalan Sukodadi - Paciran, tepat di depan Ponpes mereka.

Baca Juga: Tingkatkan Indeks Harapan Hidup, Pemkab Lamongan Ajak 600 Lansia Peringati HLUN

Ratusan santri serentak menguras genangan air dengan alat seadanya, sembari membentang poster bertuliskan "mohon maaf jalan sedang dikuras".

Aksi tersebut dinilai mewakili keresahan warga, sebab jalan tersebut merupakan akses utama penghubung antara pusat kota Lamongan menuju wilayah pantura (pantai utara).

Koordinator aksi, Maulana Arif Hidayatulloh, menjelaskan bahwa aksi ini adalah inisiatif para santri yang dilakukan atas dasar keperdulian terhadap masyarakat.

Baca Juga: Hari Jadi ke-457 Lamongan, Momen Perkuat Basis Ekonomi Lewat Sektor Pangan

​"Banjir ini sudah menggenang pesantren dan jalan ini selama empat bulan lebih, tapi belum juga bisa diatasi," ujar Maulana, Selasa (10/3/2026).

​Maulana meminta agar Pemkab Lamongan melakukan banyak evaluasi utamanya terhadap berbagai upaya salah satunya pompanisasi yang belum bisa membawa banyak perubahan.

​"Selama ini pemerintah selalu menyampaikan sudah berusaha melakukan upaya maksimal, tapi nyatanya sampai detik ini banjir di Lamongan bukannya surut, malah makin parah," tegasnya.

Baca Juga: Alokasi Pupuk Sektor Perikanan Lamongan Tembus 52.278 Ton, Tertinggi di Jatim

​Para santri dan warga sekitar menyarankan Pemerintah Kabupaten Lamongan segera mengambil tindakan nyata yang lebih efektif. Mereka menuntut solusi permanen agar aktivitas pendidikan dan ekonomi warga tidak terus terganggu setiap kali musim penghujan tiba.

​"Harapannya segera ada penanganan agar banjir di Lamongan, kalau bisa sebelum Hari Raya ini, dapat diselesaikan. Dan kami ingin memastikan tahun-tahun besok Lamongan tidak banjir lagi," pungkas Maulana.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.