Kamis, 18 Jun 2026 11:10 WIB

Pasca Kejadian Keracunan, 3 SPPG di Tulungagung Berhenti Beroperasi

  • Penulis :
  • | Selasa, 27 Jan 2026 09:59 WIB
Foto: Ketua Satgas MBG Tulungagung, Johanes Bagus Kuncoro. (Bramanta/jatimnow.com)
Foto: Ketua Satgas MBG Tulungagung, Johanes Bagus Kuncoro. (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com-Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Tulungagung telah menutup sementara operasional tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) usai kasus dugaan keracunan beruntun disejumlah sekolah. Jika kasus semacam ini terulang kembali, kepercayaan masyarakat terhadap program MBG dapat menurun.

Ketua Satgas MBG Tulungagung, Johanes Bagus Kuncoro mengatakan, saat ini ada tiga SPPG yang ditutup sementara usai dugaan kasus keracunan disejumlah sekolah. Diantaranya, SPPG Yayasan Mutiara Rawa Selatan (Moyokten 2), SPPG Pondok Pesantren MIA (Moyoketen 1) dan SPPG Karangrejo (Serut).

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

"Ketiga SPPG kami tutup sementara operasionalnya. Ketiga SPPG juga belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS)," ujarnya, Selasa (27/1/2026).

Bagus meminta agar semua SPPG di Tulungagung bisa kooperatif jika ada laporan dugaan keracunan MBG. Sehingga Satgas MBG Tulungagung bisa bergerak cepat untuk mengamankan sampel makana dan melakukan penanganan terhadap pelajar yang mengalami gangguan pencernaan.

"SPPG harus jelas. Kalau ada dugaan keracunan segera lapor Satgas, agar kasus ini dapat segera ditangani," terangnya.

Jika sampel MBG bisa cepat didapatkan, tentu akan sangat membantu dalam mengetahui penyebab keluhan pelajar. Apakah keluhan kesehatan itu akibat konsumsi MBG atau ada faktor lain.

"Jika sampel makanan bisa didapatkan cepat, maka dapat segera diamankan untuk melakukan uji laboratorium," jelasnya.

Satgas MBG Tulungagung meminta agar SPPG lebih berhati-hati dalam mengolah makanan. Sehingga kasus dugaan keracunan MBG tidak terjadi lagi di Tulungagung.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Sebagai evaluasi, kami minta agar setiap SPPG hati-hati sehingga tidak ada kasus dugaan keracunan lagi," paparnya.

Jika kasus dugaan keracunan akibat MBG terus muncul, tentu akan berpengaruh terhadap kepercayaan masyarakat. Bisa jadi pelajar, guru dan wali murid tidak berani makan karena takut keracunan.

"Ini butuh kerja bareng. Jangan menciderai program MBG. Karena jika sudah cidera, otomatis wali murid, pelajar dan guru tidak berani makan karena takut keracunan," ungkapnya.

Permintaan maaf dari pengelola SPPG itu adalah langkah terakhir ketika ada kasus dugaan keracunan MBG. Namun yang terpenting adalah bagaimana SPPG melalukan evaluasi terhadap SOP yang dijalankan.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Minta maaf itu adalah step terakhir. Sebelum minta maaf, SPPG harus melakukan evaluasi," tandasnya.

Seperti diberikan sebelumnya, sejumlah pelajar di SMKN 3 Boyolangu, SMKN 2 Boyolangu, SMK Sore Tulungagung dan MAN 2 Tulungagung mengalami gangguan kesehatan berupa mual, muntah hingga diare usai menyantap MBG.

Beberapa pelajar harus dilarikan ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis. Dinkes Tulungagung dan Tim Inafis Polres Tulungagung telah mengambil sampel makanan untuk memastikan apakah kasus dugaan keracunan disebabkan MBG atau tidak.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.