Jumat, 19 Jun 2026 05:47 WIB

Peringati Hari Gizi Nasional 2026, Khofifah: Gizi Fondasi SDM Unggul Jatim

  • Penulis :
  • | Minggu, 25 Jan 2026 21:00 WIB

jatimnow.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat pembangunan gizi masyarakat sebagai fondasi utama peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Penegasan tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) 2026, Minggu (25/1/2026).

Khofifah mengatakan, penguatan gizi menjadi bagian dari program prioritas Nawa Bhakti Satya melalui Jatim Sehat. Menurutnya, pembangunan gizi tidak bisa dipandang semata sebagai isu kesehatan, melainkan investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Baca Juga: Hampir Setahun, Hibah Aspal Dari Khofifah Belum Digunakan Pemkab Tulungagung

“Gizi adalah pilar utama dalam membentuk manusia Jawa Timur yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Melalui Jatim Sehat, kami memastikan pemenuhan gizi yang cukup dan seimbang sebagai investasi masa depan,” ujar Khofifah.

Ia menekankan, pembangunan generasi emas harus dimulai dari unit terkecil, yakni keluarga. Pola konsumsi dan kebiasaan makan sehat di rumah menjadi fondasi pembentukan perilaku hidup sehat masyarakat.

“Sehat itu tidak harus mahal. Membangun generasi emas bisa dimulai dari piring makan di rumah,” tegasnya.

Pemprov Jatim, lanjut Khofifah, melakukan penguatan gizi secara komprehensif melalui intervensi gizi spesifik dan sensitif. Upaya tersebut meliputi penguatan layanan kesehatan ibu dan anak, optimalisasi peran Posyandu, pemantauan asupan gizi balita, pemenuhan gizi remaja, hingga edukasi gizi lintas siklus kehidupan.

Seluruh program dijalankan secara kolaboratif bersama pemerintah kabupaten/kota, tenaga kesehatan, perguruan tinggi, dunia usaha, serta organisasi kemasyarakatan sebagai bentuk sinergi lintas sektor.

Meski demikian, Khofifah mengakui masih terdapat tantangan, khususnya dalam percepatan penurunan stunting. Salah satunya berkaitan dengan daya beli dan akses masyarakat terhadap pangan sumber protein hewani.

“Kondisi inflasi yang terkendali belum sepenuhnya diikuti kemudahan akses pangan bergizi bagi keluarga prasejahtera. Karena itu, tema Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal sangat relevan,” ujarnya.

Baca Juga: Inflasi Turun Drastis, Gubernur Khofifah Beri Apresiasi Pemkot Probolinggo

Ia menyebut Jawa Timur memiliki kekayaan pangan lokal yang melimpah, mulai dari padi, jagung, umbi-umbian, ikan, telur, sayur, buah, hingga kacang-kacangan. Jika dikelola dan dikonsumsi secara seimbang, pangan lokal dinilai mampu mencukupi kebutuhan gizi keluarga.

Tantangan lainnya adalah literasi gizi masyarakat yang masih perlu ditingkatkan. Masih banyak masyarakat memaknai makan cukup sebatas rasa kenyang, tanpa memperhatikan komposisi gizi sesuai konsep Isi Piringku. Selain itu, berbagai mitos pangan, termasuk terkait konsumsi ikan, masih berkembang.

Di sisi lain, meningkatnya konsumsi pangan industri dan makanan ultra-proses juga menjadi tantangan serius, terutama bagi anak-anak dan remaja, seiring mudahnya akses terhadap makanan instan dan jajanan minim nilai gizi.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, capaian pembangunan gizi Jawa Timur menunjukkan hasil positif. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 yang dirilis Kementerian Kesehatan RI, prevalensi stunting di Jawa Timur turun dari 17,7 persen pada 2023 menjadi 14,7 persen pada 2024.

Baca Juga: Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran

Capaian itu menempatkan Jawa Timur sebagai provinsi dengan prevalensi stunting terendah di Pulau Jawa dan termasuk yang terendah secara nasional. Meski begitu, Khofifah menegaskan upaya pencegahan harus terus dilakukan secara konsisten.

“Ini prestasi yang patut disyukuri, tetapi bukan akhir perjuangan. Pencegahan stunting harus dimulai sejak remaja, masa kehamilan, hingga 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Stunting bukan hanya soal tinggi badan, tetapi kualitas masa depan anak bangsa,” tandasnya.

Pada momentum HGN 2026, Khofifah mengajak seluruh elemen masyarakat meningkatkan kesadaran akan pentingnya gizi seimbang melalui gerakan “Sehat Dimulai dari Piringku”, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam edukasi gizi, ketahanan pangan lokal, dan percepatan penurunan stunting menuju Jawa Timur yang sehat dan berdaya saing.

Reporter: Fatkur Rizki

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.