Jumat, 12 Jun 2026 08:58 WIB

Haul KH Abdul Wahab Turcham, Teladan Pendidikan Tanpa Kekerasan

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Minggu, 25 Jan 2026 12:38 WIB
Ribuan jamaah, santri, dan alumni Yayasan Khadijah memadati Islamic Centre Surabaya saat Haul ke-31 KH Abdul Wahab Turcham, Minggu (25/1/2026). (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Ribuan jamaah, santri, dan alumni Yayasan Khadijah memadati Islamic Centre Surabaya saat Haul ke-31 KH Abdul Wahab Turcham, Minggu (25/1/2026). (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Yayasan Khadijah Surabaya menggelar Haul ke-31 KH Abdul Wahab Turcham pada Minggu, 25 Januari 2026. Bagi ribuan alumni dan masyarakat, peringatan ini bukan sekadar agenda keagamaan, melainkan pengingat bahwa pendidikan dapat tumbuh tanpa kekerasan, tanpa jarak sosial, dan tanpa panggung kekuasaan.

Nama KH Abdul Wahab Turcham, pendiri Yayasan Khadijah, masih hidup dalam praktik pendidikan yang dijalankan lembaga tersebut hingga kini.

Baca Juga: Jadwal WFH ASN Pemprov Diubah Jumat, Apa Kabar Pelayanan Publik?

Ketua Yayasan Khadijah, H Abdullah Sani, menyebut sosok pendirinya sebagai figur langka yang memadukan ketegasan disiplin dengan kasih sayang yang konsisten.

“Beliau selalu datang ke sekolah lebih awal dari murid dan guru. Ke mana-mana naik angkot atau bus kota. Kesederhanaannya nyata, bukan slogan,” kata Abdullah Sani saat ditemui usai Haul ke-31 KH Abdul Wahab Turcham, di Islamic Centre Surabaya, Minggu (25/1/2026).

Di tengah maraknya kasus relasi keras antara guru dan murid, teladan KH Abdul Wahab Turcham terasa relevan. Setiap pagi, menurut kesaksian murid-muridnya, ia menyapa siswa satu per satu, menanyakan kabar, bahkan mengelus kepala mereka.

Sikap itu dilakukan tanpa memilih, tanpa jeda, dan nyaris tanpa nada tinggi sepanjang hari-harinya sebagai pendidik.

Ribuan santri dan pelajar Yayasan Khadijah khusyuk mengikuti rangkaian doa Haul ke-31 KH Abdul Wahab Turcham di Islamic Centre Surabaya, Minggu (25/1/2026), mengenang keteladanan pendidik yang menjunjung disiplin dan kasih sayang tanpa kekerasan. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)Ribuan santri dan pelajar Yayasan Khadijah khusyuk mengikuti rangkaian doa Haul ke-31 KH Abdul Wahab Turcham di Islamic Centre Surabaya, Minggu (25/1/2026), mengenang keteladanan pendidik yang menjunjung disiplin dan kasih sayang tanpa kekerasan. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

Abdullah Sani menuturkan, kesabaran menjadi ciri yang paling diingat para alumni. “Hampir tidak pernah terdengar beliau marah. Padahal beliau memimpin, mendidik, dan membina banyak orang,” ungkapnya.

Di balik kelembutan itu, KH Abdul Wahab Turcham dikenal sebagai ulama dengan keluasan ilmu. Dalam forum bahtsul masail, namanya kerap menjadi rujukan.

Baca Juga: Jenis dan Bobot Sapi Kurban Orang Nomor 1 di Jatim

Ia juga pernah duduk sebagai anggota Konstituante, menjabat rektor pada masa awal berdirinya IAIN dan Universitas Syiah Kuala. “Ulama, pendidik, sekaligus tokoh publik. Figurnya lengkap,” kata Abdullah Sani.

Jejak pendidikannya melahirkan banyak tokoh nasional, terutama dari kalangan Muslimat Nahdlatul Ulama. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Nyai Farida Salahuddin Wahid, hingga Nyai Masruroh Wahid tercatat sebagai murid langsungnya.

Kedekatan KH Abdul Wahab Turcham dengan KH Hasyim Asy’ari juga membentuk watak pendidikannya. Ia kerap dipercaya mendampingi santri yang tidak betah mondok agar kembali tenang dan bertahan. Tugas itu memperlihatkan kepercayaan besar sang pendiri Nahdlatul Ulama kepadanya.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Bersama Mbak Vinanda Salurkan Bansos Rp1,819 M di Kota Kediri

Haul bertema “Merawat Sanad Ilmu, Menjaga Warisan Guru” ini berlangsung di Islamic Centre Surabaya. Selain doa bersama dan ceramah keagamaan, acara ini juga diisi santunan sosial bagi masyarakat sekitar dan disiarkan langsung melalui kanal resmi Sekolah Khadijah.

Sebelum puncak haul, yayasan menggelar napak tilas ke Makam Islam Tembok serta khotmil Qur’an pada 19–23 Januari 2026.

Abdullah Sani berharap rangkaian kegiatan sekolah Islam Surabaya ini mendekatkan generasi muda pada sejarah lahirnya Yayasan Khadijah.

“Kami ingin anak-anak tahu, lembaga ini dibangun dari disiplin, kesabaran, dan rasa hormat pada guru. Warisan ini harus dijaga bersama,” tandasnya.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.