Minggu, 14 Jun 2026 11:48 WIB

Mahasiswa dan DPC PDIP Tulungagung Tegaskan Tolak Wacana Pilkada Tak Langsung

  • Penulis :
  • | Jumat, 23 Jan 2026 08:59 WIB
Foto: Mahasiswa dan DPC PDIP Tulungagung usai melakukan audiensi. (Bramanta/jatimnow.com)
Foto: Mahasiswa dan DPC PDIP Tulungagung usai melakukan audiensi. (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com-Sejumlah mahasiswa melakukan audiensi ke kantor DPC PDI Perjuangan (PDIP) Tulungagung. Mereka meminta partai tersebut untuk konsisten menolak wacana pilkada tidak langsung melalui DPRD. Isu ini tengah menjadi sorotan tak hanya di Tulungagung, melainkan di nasional karena dinilai berpotensi melemahkan demokrasi dan merampas hak konstitusional rakyat.

Salah seorang mahasiswa, M Ihsanudin menegaskan tidak setuju dengan wacana pemilihan kepala daerah tidak langsung ini. Mereka menilai Pilkada tak langsung berisiko mengembalikan praktik demokrasi ke masa lalu. Hak masyarakat memilih langsung sosok pemimpin daerah tidak bisa dilakukan karena diwakili oleh DPRD.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

"Ini merupakan kemunduran dalam demokrasi yang selama ini diperjuangkan, jika wacana ini terealisasi kami siap untuk menggugat melalui mekanisme yang ada," ujar Mahaiswa UIN SATU Tulungagung tersebut, Kamis (22/1/2026).

Sementara itu Ketua DPC PDIP Tulungagung, Erma Susanti, menegaskan sikap tegas partainya yang menolak pilkada tidak langsung. Ia menyebut PDIP konsisten berdiri bersama rakyat dalam menjaga demokrasi dan hasil reformasi. Sejumlah alasan yang kerap digunakan untuk mendorong perubahan undang-undang pilkada, seperti efisiensi anggaran dan upaya menekan politik uang, menurutnya tidak tepat sasaran. Keberadaan praktik money politic dan mahar politik bukanlah kesalahan rakyat.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

“Efisiensi anggaran, money politic, maupun mahar politik bukan kesalahan rakyat. Jika ada pelanggaran, maka penegak hukum harus hadir dan menindak tegas, bukan justru mencabut hak pilih rakyat,” ujarnya.

Erma menilai, wacana pilkada tidak langsung justru berpotensi mengkhianati hak rakyat yang telah diperjuangkan melalui reformasi. Erma mengingatkan bahwa kepala daerah sejatinya harus bertanggung jawab langsung kepada rakyat. Jika pilkada dilakukan melalui DPRD, dikhawatirkan akan muncul kecenderungan kompromi politik yang menjauh dari aspirasi publik serta membuka ruang pelanggengan kekuasaan.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

“Pemilihan langsung adalah buah reformasi yang diperjuangkan dengan nyawa dan darah. Jangan sampai hak ini dirampas hanya karena alasan-alasan yang tidak tepat,” pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.