Minggu, 21 Jun 2026 11:25 WIB

Sejumlah Siswa SMK Sore Tulungagung Alami Mual Muntah dan Diare Usai Santap MBG

Sejumlah siswa SMK Sore Tulungagung dirawat di Puskesmas. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Sejumlah siswa SMK Sore Tulungagung dirawat di Puskesmas. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sejumlah siswa SMK Sore Tulungagung alami mual muntah dan diare setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Saat ini siswa yang mengalami keluhan telah dibawa ke Puskesmas Beji, (22/1/2026).

Salah satu korban siswa SMK Sore Tulungagung, Farhan Surya Putra mengaku mengalami mual setelah makan MBG. Saat itu, menu MBG yang disantap diantaranya, ikan patin, suyur, kedelai dan buah jeruk.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

"Saya merasa mual setelah beberapa jam mengkonsumsi MBG," ungkapnya.

Farhan juga mengaku tidak mengkonsumsi apapun selain menu MBG. Meskipun jadwal MBG yang semula untuk pagi berubah siang.

"Saya tidak makan apa-apa. Hanya MBG yang didapat di sekolah," terangnya.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung, Aris Setiawan mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi bahwa ada sejumlah siswa SMK Sore Tulungagung yang mengalami keluhan mual, muntah dan diare.

"Saat ini ada sembilan siswa yang mengalami keluhan. Mereka sudah dibawa ke Puskesmas Beji untuk dilakukan observasi," ujarnya.

MBG yang didapatkan oleh siswa SMK Sore Tulungagung berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Moyoketen I. Distribusi pada hari ini juga mengalami perubahan dari jadwal yang seharusnya.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Ada perunahan jadwal mendistribusikan MBG. Awalnya pagi tapi berubah menjadi siang," ucapnya.

Aris juga belum bisa memastikan apakah siswa yang mengalami keluhan disebabkan konsumsi MBG atau makanan lainya. Mengingat beberapa siswa juga mengkonsumsi jajan sebelum MBG datang.

"Beberapa siswa yang saat ini dirawat makan jajan sendiri di luar sekolah. Karena ada perubahan jadwal MBG," paparnya.

Perubahan jadwal distribusi disebabkan karena sasaran penerima manfaat yang harus dilayani SPPG Moyoketen I mencapai 2.900 orang. Sedangkan kemampuan SPPG hanya dapat melayani 2.600 sasaran.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"SPPG ini belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS)," imbuhnya.

Dinkes Tulungagung juga meminta kepada seluruh puskesmas agar stand by selama 3 kali 24 jam untuk melakukan pemantauan. Apabila nanti ada tambahan siswa yang mengalami keluhan agar terpantau.

"Kami akan memantau selama 3 kali 24 jam ke depan. Jika ada penambahan kasus bisa terpantau," pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.