DPRD Sentil Upaya Revitalisasi Pasar di Surabaya
- Penulis : Ni'am Kurniawan
- | Selasa, 20 Jan 2026 13:45 WIB
jatimnow.com - DPRD Surabaya menilai pelaksanaan revitalisasi pasar oleh Pemkot Surabaya berjalan tidak tertata dan berdampak langsung pada pedagang.
Skema pembangunan dinilai tidak terintegrasi, proses lelang berlarut, dan menimbulkan ketidakpastian di lapangan.
Baca Juga: Catatan Kritis DPRD Surabaya di Moment HJKS ke 733
“Kalau saya melihat, pasar ini sebenarnya hidup. Kalau sudah hidup, saya rasa dalam hal revitalisasi itu juga harus bisa melihat anggaran yang sudah diberikan,” ujar Anggota Komisi B DPRD Surabaya Budi Leksono usai rapat dengar pendapat revitalisasi Pasar Keputran Selatan, Selasa (20/01/2026).
Budi menyampaikan persoalan utama terletak pada cara pelaksanaan revitalisasi pasar yang terpecah-pecah. Menurut dia, pendekatan seperti ini membuat pedagang terlantar dan menunggu tanpa kepastian.
“Yang terjadi saat ini terkait Keputran Selatan ini tidak sesuai dengan cara dalam hal revitalisasi sampai menelantarkan para pedagang,” katanya.
Baca Juga: APBD Surabaya Rp12,7 Triliun, Difabel Desak Perda Perlindungan
Politisi yang akrab disapa Buleks itu menilai pola pembangunan dilakukan terpisah-pisah, mulai dari IPAL, TPS, hingga bangunan pasar induk. Skema tersebut dinilai membuat anggaran membengkak dan proses makin panjang.
“Kalau kita melihat caranya, IPAL dibangun sendiri, TPS dibangun sendiri, nanti pasar induknya juga dibangun sendiri. Kalau jadi satu, anggarannya tidak bengkak,” ujarnya.
Baca Juga: Cara Politisi Gerindra Surabaya Berbagi Kebahagiaan dengan Ojol Moment Idul Adha
Kondisi dinilai janggal karena proyek pendukung sudah berjalan, sementara pemenang tender pasar belum ditetapkan. Di sisi lain, pedagang membutuhkan kepastian untuk keberlangsungan usaha.
“Ini kan lucu. Sendiri-sendiri, tapi sampai sekarang belum ada pemenangnya untuk pembangunan pasar. Padahal pedagang itu butuh kepastian,” tandasnya.
Editor : Ali MasdukiURL : https://jatimnow.id/baca-81888-dprd-sentil-upaya-revitalisasi-pasar-di-surabaya