Senin, 22 Jun 2026 07:44 WIB

Ratusan Siswa SMKN 3 Boyolangu Tulungagung Alami Diare Usai Komsumsi MBG

  • Penulis :
  • | Selasa, 20 Jan 2026 14:03 WIB
Foto: SMKN 3 Boyolangu, Tulungagung. (Bramanta/jatimnow.com)
Foto: SMKN 3 Boyolangu, Tulungagung. (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com-Ratusan pelajar di SMKN 3 Boyolangu Tulungagung mengalami diare setelah mengkomsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Menu MBG yang diduga menyebabkan diare ini adalah yang dibagikan pada Senin (19/1/2026) kemarin. Hingga saat ini belum ada laporan pelajar yang mendapat perawatan di puskesmas atau rumah sakit. Pihak Dinas sendiri masih melakukan pemantuan ke seluruh Puskesma jika terdapat siswa yang menunjukkan gejala keracunan.

Waka Kesiswaan SMKN 3 Boyolangu Tulungagung, Yuga Hermawan mengatakan, kasus ini bermula saat pelajar mendapatkan jatah MBG dari SPPG Yayasan Mutiara Rawa Selatan di Desa Moyoketen, Kecamatan Kecamatan Boyolangu, Tulungagung kemarin. Menu MBG yang dibagikan berisi nasi putih, ayam bakar, tahu kuning, sambal kecap, semangka, selada dan wortel. Menu MBG ini dibagikan kepada pelajar dan tenaga pendidik. Setelah mengkomsumsi MBG, tidak ada keluhan gejala dari pelajar atau guru.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

"Tapi setelah pulang sekolah, beberapa waktu banyak pelajar mengaku mulai diare. Tepantnya setelah magrib," ujarnya, Selasa (20/1/2026).

Hari ini Yuga banyak menerima laporan pelajar yang terlambat masuk kelas. Setelah dikonfirmasi, ternyata pelajar yang terlambat masuk kelas disebabkan karena diare. Selain itu Selain itu, banyak pelajar yang datang ke UKS untuk meminta obat diare. Bahkan toilet sekolah dipenuhi antrean pelajar. Total ada sekitar 80 persen pelajar dan tenaga pendidik yang mengalami keluhan diare.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Data sementara ada 123 pelajar yang ke UKS karena keluhan diare. Mereka meminta obat diare ke UKS," tuturnya.

Pihak sekolah kemudian melaporkan kejadian ini kepada SPPG Yayasan Mutiara Rawa Selatan. Hasilnya, menu MBG hari ini ditarik kembali dan tidak dibagikan kepada pelajar dan tenaga pendidik. Selain itu, pihak sekolah juga memutuskan untuk memulangkan pelajar lebih awal. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi. Mengingat banyak pelajar yang tidak masuk sekolah karena izin sakit.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Untuk pelajar yang dirawat di puskesmas atau rumah sakit kami masih mencari informasi kepada wali murid," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.