Minggu, 21 Jun 2026 10:11 WIB

3.386 Pasutri di Kediri Cerai Sepanjang 2025, Faktor Ekonomi dan Istri Selingkuh Paling Banyak

  • Penulis :
  • | Jumat, 16 Jan 2026 16:00 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

jatimnow.com - Angka perceraian di Kabupaten Kediri masih tergolong tinggi dan menunjukkan tren peningkatan. Faktor ekonomi tercatat sebagai penyebab paling dominan dalam perkara perceraian yang masuk dan diputus oleh Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Kediri setiap tahunnya. Disusul perselingkuhan terutama dalam perkara cerai talak yang diajukan oleh pihak suami.

Berdasarkan data PA Kabupaten Kediri, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 3.535 perkara perceraian, baik cerai talak maupun cerai gugat, yang masuk ke pengadilan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.386 perkara telah diputus. Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2024, yang mencatat 3.058 perkara diputus.

Baca Juga: Pemkab Probolinggo Nonaktifkan Oknum ASN Puskesmas Krejengan Diduga Selingkuh

Selain upaya mediasi, pengajuan perkara perceraian juga diperketat. Salah satu syaratnya, pasangan suami istri harus telah pisah tempat tinggal minimal enam bulan. Jika belum memenuhi ketentuan tersebut, perkara tidak dapat diajukan ke pengadilan.

“Apabila upaya damai oleh hakim belum berhasil, perkara akan dilimpahkan ke mediator non-hakim yang telah memiliki sertifikat resmi dari Mahkamah Agung atau lembaga berwenang lainnya,” jelas Haitami.

Sementara itu, Panitera Muda Hukum PA Kabupaten Kediri, Moh. Imron, mengatakan bahwa tren perceraian secara umum memang fluktuatif, namun dalam jangka panjang cenderung meningkat dan terjadi hampir di semua daerah, tidak hanya di Kediri.

“Faktor yang paling umum tetap ekonomi. Kurangnya tanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga menjadi pemicu utama,” katanya.

Selain ekonomi, perselingkuhan juga kerap menjadi penyebab perceraian, terutama dalam perkara cerai talak yang diajukan oleh pihak suami. Faktor lain yang turut muncul adalah kelalaian dalam menjalankan kewajiban rumah tangga, baik oleh suami maupun istri.

Baca Juga: Bukan Cuma Cerai, Ini Tanda Broken Home yang Merusak Psikis Anak

“Dalam hukum Islam dikenal istilah nusyuz, yakni ketika salah satu pihak, terutama istri, tidak menjalankan kewajibannya. Nafkah itu bukan hanya lahir, tetapi juga batin,” tambah Imron.

Ia juga mengungkapkan adanya faktor lain seperti cacat biologis atau ketidakmampuan menjalankan kewajiban sebagai pasangan suami istri, meski jumlah kasusnya relatif kecil dibandingkan faktor ekonomi.

Terkait Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Imron menyebut kasus tersebut sebenarnya ada, namun jarang terungkap secara terbuka di persidangan. Banyak korban memilih tidak melaporkan peristiwa yang dialaminya ke ranah hukum.

Baca Juga: Pengadilan Agama Kediri Perketat Izin Poligami, Tak Cukup Janji Manis

“Bukan berarti kejadiannya sedikit, tetapi sering kali korban enggan melapor, kecuali ada tekanan dari pihak keluarga,” ungkapnya.

Meski angka perceraian masih tinggi, Pengadilan Agama Kabupaten Kediri menegaskan komitmennya untuk terus memberikan perlindungan hukum sekaligus mengupayakan perdamaian demi menjaga keutuhan keluarga.

“Upaya-upaya ini kami lakukan agar angka perceraian tidak terus meningkat,” pungkas Haitami.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.