Senin, 22 Jun 2026 03:40 WIB

Dana Desa Dipangkas, Ini Komentar Persaudaraan Kepala Desa Indonesia Tulungagung

  • Penulis :
  • | Jumat, 16 Jan 2026 12:59 WIB
Foto: Ilustrasi koperasi desa merah putih. (Ilustrasi/jatimnow.com)
Foto: Ilustrasi koperasi desa merah putih. (Ilustrasi/jatimnow.com)

jatimnow.com-Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Tulungagung buka suara soal pemangkasan dana desa (DD) untuk program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Kebijakan tersebut akan berdampak pada pembangunan desa.

Ketua PKDI Tulungagung, Juni mengatakan, pemangkasan DD merupakan kebijakan dari pemerintah pusat. Pemerintah desa mengaku tidak dapat berbuat banyak atas kebijakan tersebut.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

"Kalau DD sudah ditentukan oleh pemerintah pusat, PKDI mengikuti pemerintah saja," ujarnya, Jumat (16/1/2026).

Besaran pemangkasan DD juga bervariatif. Namun jika dipersentasekan, pemangkasan DD dikisaran 60 sampai 70 persen dari total pagu sebelumnya.

"Pemangkasan DD sekitar 60 sampai 70 persen, digunakan untuk program KDMP," terangnya.

Dengan kebijakan pemangkasan DD dari pemerintah pusat, tentu berdampak pada program pembangunan desa yang sudah direncanakan. Namun, pemerintah desa tidak dapat berbuat banyak karena pemangkasan DD digunakan untuk Program Strategis Nasional (PSN).

"Pemotongan DD tentu berdampak pada pembangunan desa yang sudah kami susun dan musyarahkan. Tapi mau bagaimana lagi, itu sudah keputusan pemerintah pusat," paparnya.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Juni menjelaskan, pemangkasan DD akan dilakukan selama 6 tahun ke depan. Hal ini sesuai dengan tenor pengembalian dana pinjaman untuk KDMP.

"Kalau teman-teman sebenarnya jika boleh memilih, lebih baik tidak ada KDMP. Tapi karena ini PSN, mau gimana lagi," jelasnya.

Meski DD dipangkas cukup besar, belum ada keluhan masyarakat yang disampaikan kepada pemerintah desa. Tinggal bagaimana cara pemerintah desa pintar-pintar menyampaikan kebijakan tersebut kepada masyarakat.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Kalau masyarakat sebenarnya tinggal bagaimana pintar-pintarnya menjelaskan. Karena ini program pemerintah pusat, masyarakat harus menerima. Tapi tidak tau bagaiaman ke depannya," paparnya.

Juni berharap pemerintah pusat memiliki skema atau solusi pendanaan untuk pembangunan desa. Mengingat DD sangat terbatas dan pemerintah desa akan sulit melakukan pembangunan infrastruktur.

"Sudah jadi keputusan pemerintah pusat dan tidak mungkin segampang itu untuk mengembalikan DD semula. Harapan kami, pemerintah pusat ada solusi lain untuk pembangunan di desa," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.