Minggu, 21 Jun 2026 02:20 WIB

Manajemen Perseta 1970 Tulungagung Laporkan Kasus Tendangan Kungfu ke Polisi

  • Penulis :
  • | Jumat, 16 Jan 2026 11:59 WIB
Foto: Tendangan kungfu yang dialami pemain Perseta 1970 Tulungagung. (Capture/jatimnow.com)
Foto: Tendangan kungfu yang dialami pemain Perseta 1970 Tulungagung. (Capture/jatimnow.com)

jatimnow.com-Meskipun telah mendapat sanksi dari Komdis Asprov PSSI Jawa Timur, namun manajemen Perseta 1970 Tulungagung tetap berkeinginan membawa kasus tendangan kungfu yang dialami pemainnya ke ranah hukum. Mereka ingin kasus ini menjadi pembelajaran semua pihak. Selama ini kasus kekerasan dalam dunia sepakbola selalu terjadi dan terus terulang setiap tahun.

Manajer Perseta 1970 Tulungagung, Rudi Iswahyudi mengatakan pemainnya bernama Firman Nugraha hingga saat ini masih kerap merasa sakit di bagian dada. Firman masih dalam tahap observasi pasca kejadian tendangan kungfu yang dialaminya saat melawan Putra Jaya Pasuruan, Senin (5/1/2026) lalu. Masa observasi ini akan berlangsung selama dua minggu.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

"Setelah itu nanti kita periksakan lagi ke rumah sakit untuk mengetahui kondisinya," ujarnya, Jumat (16/1/2026).

Pihak manajemen sendiri telah melakukan koordinasi dengan kepolisian terkait kasus tersebut. Meskipun pemain Putra Jaya Pasuruan, M Hilmi telah mendapat sanksi larangan beraktivitas di dunia sepakbola seumur hidup dari Komdis Asprov PSSI Jatim, namun langkah hukum tetap akan ditempuh. Mereka menegaskan niat untuk membawa kasus ini ke jalur hukum bukan untuk balas dendam.

"Ini agar menjadi pelajaran bersama bagi semua pihak, selama ini kasus kekerasan dalam olahraga selalu terulang," tuturnya.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Mereka juga telah mengumpulkan sejumlah barang bukti. Mereka menduga ada unsur kesengajaan dalam peristiwa tersebut. AKibat kejadian ini pemain Firman Nugraha mengalami retak tulang rusuk bawah bagian kiri. Hingga saat ini Firman masih kerap mengeluhkan sakit di bagian tersebut.

"Barang bukti dan saksi sudah kita siapkan, dalam waktu dekat akan resmi kita laporkan" pungkasnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

 

 

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.