Kamis, 18 Jun 2026 03:31 WIB

Dewan Pendidikan Lamongan Meminta Dana MBG Dialihkan Untuk Penanganan Banjir

Foto: Penyaluran program MBG di tengah banjir luapan Bengawan Jero Lamongan. (Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Foto: Penyaluran program MBG di tengah banjir luapan Bengawan Jero Lamongan. (Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com-Kondisi Banjir Bengawan Jero Lamongan yang makin memprihatinkan mendapat perhatian serius dari Dewan Pendidikan Lamongan (DPL). Mereka menyuarakan pengalihan dana Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk penanganan banjir.

Anggoga Dewan Pendidikan Lamongan, M. Nur Ali Zulfikar memberi pertimbangan bahwa di tengah bencana banjir, ada keperluan yang lebih mendesak daripada penyaluran makanan dalam kondisi yang tidak sesuai.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Ali khawatir kualitas makanan yang disajikan di tengah banjir kurang baik, karena keterbatasan sarana dan prasarana di tengah banjir.

"Akan lebih baik jika dana tersebut dimanfaatkan untuk kebutuhan darurat, seperti pengadaan obat-obatan, pembersihan saluran air tersumbat, pemberian sembako di wilayah terdampak, serta kebutuhan lain yang mendesak, khususnya untuk anak-anak dan balita," katanya, Kamis (15/1/2026).

Baca Juga: Puji Program MBG, Bupati Jember: Bukan Sekadar Pemenuhan Gizi

Dosen Universitas Muhammadiyah Lamongan itu mendorong Pemerintah Kabupaten Lamongan, untuk segera membuat usulan tersebut kepada pemerintah pusat.

Selain itu, Ali juga berharap Dinas Pendidikan Lamongan membuat kebijakan khusus terkait kegiatan proses belajar mengajar di wilayah terdampak banjir.

Baca Juga: Jangan Biarkan Kasus MBG Tenggelam

"Kami meminta Dinas Pendidikan Lamongan untuk membuat kebijakan yang fleksibel terkait kegiatan belajar mengajar di wilayah banjir. Seperti pembelajaran daring," pungkasnya.

Penyaluran program MBG di tengah banjir luapan Bengawan Jero Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.