Kamis, 18 Jun 2026 04:38 WIB

Waspada Child Grooming! Ini Alur Manipulasi Korban Menurut Psikolog Ubaya

Sikap manis dan perhatian berlebihan digunakan untuk mendapatkan akses yang lebih leluasa oleh pelaku child grooming. (Foto: Ilustrasi/Alodokter)
Sikap manis dan perhatian berlebihan digunakan untuk mendapatkan akses yang lebih leluasa oleh pelaku child grooming. (Foto: Ilustrasi/Alodokter)

jatimnow.com - Kasus child grooming dan manipulasi yang mencuat di media sosial memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat.

Dosen Fakultas Psikologi Universitas Surabaya (Ubaya), Yuan Yovita Setiawan, M.Psi., Psikolog, menjelaskan bagaimana pelaku menjalankan aksinya.

Baca Juga: 22 Lulusan SMA Santo Carolus Surabaya Berhasil Tembus PTN

Yuan menguraikan alur manipulasi pelaku menggunakan Sexual Grooming Mode (SGM) yang dicetuskan oleh peneliti Georgia M. Winters dan Elizabeth L. Jeglic. Pelaku, kata Yuan, akan memilih korban dengan karakteristik tertentu.

"Pelaku mencari individu yang rentan dan lemah secara psikologis," ujar Yuan. "Misalnya, penurut, kurang pengawasan orang tua, butuh kasih sayang, punya masalah perilaku, atau merasa kesepian," lanjutnya.

Setelah memilih korban, pelaku akan membangun kepercayaan dan mengisolasi korban dari lingkungannya melalui interaksi intens. Sikap manis dan perhatian berlebihan digunakan untuk mendapatkan akses yang lebih leluasa.

"Pelaku membuat korban merasa nyaman dan aman," jelas Yuan. "Padahal, ini adalah bagian dari strategi manipulasi," tambahnya.

Selanjutnya, pelaku melakukan pembiasaan terhadap konten seksual dan kontak fisik. Korban dibuat berpikir bahwa paparan dan kekerasan seksual adalah hal yang normal.

"Ini adalah tahap yang sangat berbahaya. Korban mulai kehilangan batasan dan merasa tidak berdaya," kata Yuan.

Baca Juga: Mahasiswa FIK Ubaya Sabet Tiga Gelar di Asian Student Fashion Week 2026

Terakhir, pelaku melakukan pemeliharaan hubungan setelah terjadinya kekerasan seksual melalui pembungkaman, baik dengan pemberian kompensasi maupun ancaman.

"Korban menjadi sangat bergantung pada pelaku," ujar Yuan. Mereka takut untuk berbicara karena merasa bersalah atau terancam.

Yuan menambahkan, korban child grooming seringkali mengalami kebingungan, keraguan, dan merasa tidak berhak untuk mempertanyakan atau mengkritisi pengalaman buruk yang mereka alami.

Child grooming sendiri merupakan pendekatan manipulatif yang dilakukan individu dengan tujuan melakukan kejahatan seksual kepada anak atau remaja di bawah umur untuk kepuasan pribadi.

Baca Juga: Reforma Agraria Dinilai Penting untuk Ketahanan Pangan Nasional

Meskipun indikasi child grooming sulit diidentifikasi secara kasat mata, Yuan menekankan pentingnya kolaborasi antara orang tua, sekolah, dan lingkungan dalam melakukan tindakan pencegahan.

"Orang tua perlu mengajarkan batasan bagian tubuh yang tidak boleh disentuh orang lain," kata Yuan. "Bangun komunikasi yang terbuka dan empatik dengan anak," tuturnya.

Yuan juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap anak atau remaja di sekitar. "Jika ada tindakan mencurigakan dari interaksi anak dengan orang dewasa, jangan ragu untuk menelisik lebih dalam," pungkas Yuan.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.