Minggu, 21 Jun 2026 09:29 WIB

Mahasiswa UBhi Tulungagung Pentaskan Reog Kendang Dalam Ujian Akhir Semester

  • Penulis :
  • | Rabu, 14 Jan 2026 08:59 WIB
Foto: Pementasan reog kendang yang dilakukan mahasiswa UBHi Tulungagung. (Bramanta/jatimnow.com)
Foto: Pementasan reog kendang yang dilakukan mahasiswa UBHi Tulungagung. (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com-Sebanyak 170 mahasiswa Universitas Bhinneka PGRI (UBhi) Tulungagung Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) mementaskan tari reog kendang dalam kegiatan ujian akhir semester. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya lokal khas Tulungagung di lingkungan akademik.

Pementasan bertajuk Harmoni Budaya Lokal, Semarakkan Semangat Global digelar di area kampus UBhi Tulungagung, Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru. Kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa Program Studi PGSD semester satu dan tiga.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Selain pementasan tari reog kendang, kegiatan ini juga menampilkan pameran karya seni rupa dan kerajinan tangan hasil pembelajaran mahasiswa. Seluruh rangkaian acara merupakan penilaian akhir untuk mata kuliah seni rupa, kerajinan tangan, serta seni lokal khas daerah.

Dosen Seni Budaya UBhi Tulungagung, Ammy Aulia Renata Anny, mengatakan pementasan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang utuh bagi mahasiswa. Tidak hanya sebatas teori di kelas, mereka juga dituntut untuk mampu mementaskannya.

“Ini adalah ujian akhir semester. Mahasiswa semester satu mengikuti mata kuliah seni rupa dan kerajinan tangan, sementara semester tiga menempuh mata kuliah reog kendang. Tujuannya agar mahasiswa mendapatkan pengalaman estetik secara langsung,” ujarnya, Selasa (13/1/2026).

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Menurut Ammy, pemahaman terhadap budaya lokal penting bagi mahasiswa PGSD sebagai calon pendidik. Ia menyebut pembelajaran berbasis seni dan budaya daerah diharapkan mampu memperkuat identitas lokal dalam dunia pendidikan dasar.

Reog kendang dipilih karena memiliki unsur gerak dan musikal yang dinilai relevan untuk pembelajaran anak-anak. Selain itu, kesenian tersebut merupakan identitas khas Tulungagung yang rutin dipentaskan dalam berbagai kegiatan daerah, termasuk festival tingkat pelajar.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

“Reog kendang melatih kemampuan ritmis serta motorik halus dan kasar. Ini sangat bermanfaat dalam pendidikan anak,” tuturnya.

Melalui pementasan ini diharapkan mahasiswa mampu mengenal, memahami, dan kelak mengajarkan seni budaya lokal kepada peserta didik di sekolah dasar sebagai bagian dari upaya regenerasi dan pelestarian budaya daerah.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.