Sabtu, 20 Jun 2026 16:47 WIB

Mahasiswa di Tulungagung amati jalur migrasi burung dari Cina dan Rusia

  • Penulis :
  • | Rabu, 14 Jan 2026 07:59 WIB
Foto: Salah satu mahasiswa mengamati jalur migrasi burung di Tulungagung. (Bramanta/jatimnow.com)
Foto: Salah satu mahasiswa mengamati jalur migrasi burung di Tulungagung. (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com-BKSDA Wilayah I Kediri bersama Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Himalaya UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menggelar pengamatan burung migrasi. Tulungagung menjadi salah satu jalur migrasi berbagai burung dari belahan bumi utara. Kegiatan Tulungagung Bird Walk atau pengamatan burung dilakukan di area sawah Desa Bungur, Kecamatan Karangrejo.

Dalam proses pengamatan, setiap peserta diminta untuk mengamati perilaku dan ciri khas burung melalui binokular atau teropong burung. Dari hasil pengamatan, peserta diminta untuk mencatat perilaku alami, ciri khas dan menggambar ilustrasi burung yang diamati.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Polisi Kehutanan Seksi Konservasi Wilayah I Kediri, BKSDA Jawa Timur, Ahmad David Kurnia Putra mengatakan, kegiatan Tulungagung Bird Walk diinisiai oleh Mapala Himalaya UIN SATU Tulungagung bersama BKSDA Kediri. Pengamatan burung bertujuan untuk memperkenalkan jenis-jenis burung secara dekat.

Pada kesempatan kali ini, ada tiga jenis burung migrasi yang berhasil diamati. Yakni burung trinil pantai (Actitis Hypoleuscos), trinil semak (Tringa Glareola) dan kicuit kerbau (Motacilla Tschutschensis).

"Kami ingin berbagi asiknya mengamati perilaku burung di alam. Mumpung masih musim migrasi burung, tiga jenis burung ini berasal dari belahan bumi utara, seperti Cina dan Rusia yang saat ini sedang musim dingin," ujarnya, Selasa (13/1/2026).Foto: Burung trinil semak salah satu yang melakukan migrasi melalui Tulungagung. (Bramanta/jatimnow.com)Foto: Burung trinil semak salah satu yang melakukan migrasi melalui Tulungagung. (Bramanta/jatimnow.com)

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Musim migrasi burung terjadi sejak Oktober 2025 hingga Maret 2026. Burung yang melakukan migrasi bertujuan untuk bertahan hidup dengan mencari makanan ke daerah tropis. Selama dua tahun BKSDA melakukan pengamatan burung migrasi di Tulungagung, tercatat ada 7 jenis. Diantaranya, burung trinil (Actitis Hypoleuscos), trinil semak (Triga Glaeola), kicuit kerbau (Motacilla Tschutschensis), cerek kernyut (Pluvialis Fulva), cerek kalung kecil (Charadrius Dubius), terik asia (Glareola Maldivarum) dan burung layang-layang asia (Hirundo Rustica).

"Migrasi burung terjadi sejak Oktober 2025 sampai Maret 2026. Nanti mereka akan kembali setelah musim dingin selesai untuk berkembang biak, burung migrasi terik asia ini kami selalu jumpai setiap tahun dengan jumlah individu yang sangat banyak. Kami pernah menghitung di Tulungagung, satu petak sawah terdapat 5.000 ekor burung terik asia," terangnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Sementara itu, Ketua Mapala Himalaya UIN SATU Tulungagung, Fazal Marzuki mengaku senang dan tertarik mengikuti kegiatan pengamatan burung migrasi di Tulungagung. Kegiatan ini menjadi pengalaman pertama kali melihat secara dekat perilaku burung migrasi di alam. Fazal berencana akan menjadikan kegiatan pengamatan burung sebagai agenda tahunan Mapala Himalaya UIN SATU Tulungagung, sebagai kegiatan edukasi anggota.

"Banyak teman-teman yang tertarik, karena dapat ilmu baru mengenal burung migrasi secara langsung di alam," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.