Senin, 15 Jun 2026 04:23 WIB

Giliran Guru Ngaji dan Remas di Kota Minyak Diajak Perangi Hoax

  • Penulis :
  • | Minggu, 18 Mar 2018 13:03 WIB
Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S Bintoro bersama dengan guru ngaji dan Remas, menandatangai deklarasi anti hoax.
Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S Bintoro bersama dengan guru ngaji dan Remas, menandatangai deklarasi anti hoax.

jatimnow.com - Maraknya berita hoax atau berita bohong yang terjadi akhir-akhir ini, membuat semua kalangan resah.  Mau tidak mau, peran aktif masyarakat dalam menyaring sebuah informasi, sangat dibutuhkan.

Penyebaran berita hoax, kini menjadi perhatian serius dari semua pihak, diantaranya Kapolres  Bojonegoro, AKBP Wahyu S Bintoro. 

Baca Juga: Polres Bojonegoro Bongkar Praktik Pengoplosan LPG Melon ke Nonsubsidi

Untuk mengantisipasi penyebaran berita hoax, Kapolres bersama Guru Ngaji dan Remas (remaja masjid) se-Kabupaten Bojonegoro mendeklarasikan anti Hoax, anti Sara dan ujaran kebencian yang diselenggarakan di Masjid Al-Ikhlas Mapolres Bojonegoro, Sabtu (17/03) siang.

Deklarasi ini disaksikan oleh Ustadz H. Ali muafa (Ketua Umum MPD DPW BKPRMI Jatim), Ustadz H. Muhammad Arif (Ketua Umum DPD BKPRMI Jatim), Ustad Hartono S.E (Ketua DPD BKPRMI Kab. Bojonegoro).

Disampaikan Kapolres, saat ini pemerintah tengah gencar memerangi berita hoax. Bahkan Kepolisian juga sudah menangkap kelompok yang sengaja menyebarkan hoax, isu Sara dan ujaran kebencian.

"Pengguna media sosial saat ini perlu lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi yang diterima, jangan sampai justru ikut menyebarkan berita bohong atau hoax," tutur AKBP Wahyu S Bintoro.

Baca Juga: Polisi Belajar Baik, Alasan IPDA Purnomo Pilih ODGJ yang Tak Bisa Berterima Kasih

Dengan diadakannya deklarasi anti hoax, anti Sara, dan ujaran kebencian, Kapolres mengajak guru ngaji yang sekaligus netizen untuk cerdas dalam bermedia sosial, dapat menciptakan suasana sejuk di medsos, tidak membuat atau ikut serta menyebar hoax.

"Hindari komentar yang bersifat menghujat atau menghina, jalin persaudaraan antar netizen dan lebih bijak dalam bermedsos," ungkap AKBP Wahyu S Bintoro.

Kegiatan diakhiri oleh Kapolres Bojonegoro beserta seluruh peserta deklarasi dengan membubuhkan tanda tangan deklarasi anti hoax, ujaran kebencian, stop isu Sara dan mendukung Polri menegakkan hukum kepada para pelaku penyebar hoax.

Baca Juga: Puluhan Personel Polres Tulungagung Naik Pangkat, Ini Pesan Kapolres

Penulis: Erwin Yohanes

Editor: Arif ardianto

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.