Kamis, 18 Jun 2026 01:32 WIB

Nilai Ekspor Produk Lamongan Tahun 2025 Tembus Rp22 Triliun

Foto: Pemkab Lamongan saat melepas ekspor tahun 2025. (Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Foto: Pemkab Lamongan saat melepas ekspor tahun 2025. (Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com-Nilai ekspor produk asal Kabupaten Lamongan tembus diangka Rp22 triliun selama tahun 2025 kemarin. Data yang dihimpun Dinas Koperasi Perindusterian dan Perdagangan (Diskoperindag) Lamongan menunjukan capaian tersebut melampaui target nilai Rp 21,8 triliun. Adapun produk yang menyumbang nilai ekspor besar adalah dari komuditas baja, alumunium dan olahan hasil perikanan.

Kepala Diskoperindag Lamongan, Anang Taufik menyebut peningkatan nilai ekspor menunjukan bahwa produk lokal kian diminati pasar global.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

​"Kalau dari sisi jumlah perusahaan sebenarnya masih relatif sama, produknya pun tidak banyak berubah. Namun, permintaan dari luar negeri meningkat tajam, sehingga nilai ekspor kita ikut terkerek naik," ujarnya, Jum'at (9/01/2026).

​Saat ini, lanjut Anang, memiliki 10 negara mitra utama yakni China, Jepang, Amerika Serikat, Thailang, Australia, Hongkong, Filipina, Kanada, Malaysia dan Singapura.

Baca Juga: Indowood Expo 2026 Dibuka di Surabaya, Jatim Bidik Pasar Ekspor Global

​“Salah satu yang paling menunjang adalah PT Han. Permintaan untuk baja lembaran dan aluminium mereka cukup tinggi di pasar global, sehingga berpengaruh terhadap total nilai ekspor Lamongan,” tuturnya.

Namun, ia juga memberikan catatan mengenai dinamika politik dan ekonomi internasional yang kerap berubah. ​Ia mencontohkan, kebijakan perdagangan di beberapa negara besar seperti Amerika Serikat sempat memberikan pengaruh pada ritme ekspor.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

​"Peluang melampaui target itu sangat terbuka. Namun, kita juga harus tetap memantau regulasi global yang bisa berubah sewaktu-waktu. Dampak pembatasan ekspor global sempat terasa, tapi sekarang sudah membaik. Kami optimistis ekspor Lamongan ke depan akan terus tumbuh berkelanjutan," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.