Kamis, 18 Jun 2026 17:17 WIB

Nestapa Pelaku UMKM Lamongan, Terlanjur Investasi tapi Serapan SPPG Minim

Aktifitas harian pelaku UMKM Lamongan produk susu kedelai (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Aktifitas harian pelaku UMKM Lamongan produk susu kedelai (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Minimnya serapan produk lokal dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lamongan dikeluhkan para pelaku UMKM.

Senyum mereka mendadak pudar usai menerima kenyataan bahwa produk mereka tidak mendapat respons baik dari SPPG meski telah berulang kali melakukan penawaran.

Baca Juga: Mahasiswa UNTAG Surabaya Bantu UMKM Mojo Urus Legalitas dan Go Digital

Kekecewaan juga dipicu karena pelaku UMKM terlanjur meningkatkan jumlah produksi sampai membeli alat, usai mendengar komitmen pemerintah bahwa Program MBG juga fokus menyerap produk UMKM.

Kondisi itu dirasakan betul oleh Sofi Alfian, pelaku UMKM produk susu kedelai di Desa Sungelebak, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan.

"Awalnya sempat mengirim beberapa kali, tapi sekarang berhenti. Dapur SPPG lebih memilih susu UHT pabrikan dengan alasan kepraktisan dan masa simpan yang lebih lama," ujar Alfin, Kamis (8/1/2026).

Baca Juga: Kisah Pelaku UMKM Ring Satu Melejit Berkat Program Lontar Petrokimia Gresik

Hal yang sama dialami Tutik Handayani, pengusaha roti dari Desa Karanglangit, Kecamatan Lamongan Kota yang mengaku jika dari segi legalitas dan kualitas, produk lokal sebenarnya sudah sangat siap.

"Kami sudah memiliki izin BPOM, sertifikasi Halal, hingga konsultasi ke Dinas Kesehatan. Kami bahkan mengikuti rekomendasi untuk menambah kandungan kalsium pada roti agar sesuai standar gizi nasional. Namun kenyataannya, penyerapan oleh SPPG di Lamongan tetap minim," tutur Tutik.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Ketua Gerai UMKM Lamongan, Reni Setiawati, membenarkan bahwa hambatan prosedur teknis di lapangan menjadi ganjalan utama bagi para pelaku usaha lokal. 

"Sangat disayangkan, teman-teman sudah menabung dan membeli alat canggih agar produksi lebih profesional. Begitu alat siap, produk justru tidak digunakan. Akhirnya alat-alat tersebut menganggur," jelas Reni.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.