Senin, 22 Jun 2026 20:41 WIB

Mengenal Superflu H3N2, Varian Baru Influenza yang Kini Masuk Indonesia

Varian H3N2 'Superflu' terdeteksi di Jawa Timur. (Foto: Ilustrasi/Gemini)
Varian H3N2 'Superflu' terdeteksi di Jawa Timur. (Foto: Ilustrasi/Gemini)

jatimnow.com - Gelombang infeksi saluran pernapasan di Indonesia memasuki fase mengkhawatirkan menyusul temuan varian influenza A H3N2 Subclade K atau yang dikenal sebagai 'Superflu'.

Virus yang memiliki kemampuan mutasi genetik tinggi ini terdeteksi mulai menyebar, termasuk di wilayah Jawa Timur, dan membawa risiko komplikasi serius bagi warga yang abai terhadap proteksi kesehatan.

Baca Juga: Mahasiswa Unair Sulap Teh Hijau dan Maizena Jadi Plester Luka

Pakar Imunologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR), dr. Agung Dwi Wahyu Widodo, mengungkapkan bahwa fenomena ini dipicu oleh antigenic drift. Secara sederhana, virus ini terus bersalin rupa sehingga mampu mengecoh sistem imun manusia.

"Virus influenza tipe A ini sangat dinamis. Kemampuannya menyusun ulang genetik atau reassortment memicu munculnya varian baru yang bisa memicu gejala jauh lebih berat bagi mereka yang tidak punya kekebalan," ujar dr. Agung saat ditemui di Departemen Mikrobiologi Kedokteran UNAIR, Selasa (6/1/2026).

Bukan Sekadar Batuk Pilek Meski sekilas mirip dengan influenza musiman, varian H3N2 Subclade K membawa ancaman pneumonia yang nyata. Pasien biasanya mengeluhkan demam tinggi, nyeri otot hebat, dan batuk yang membandel.

Bagi kelompok lansia atau pemilik penyakit penyerta (komorbid), infeksi ini bisa berujung pada kegagalan pernapasan jika tidak ditangani sejak dini.

Diagnosis yang akurat menjadi krusial di tengah kemiripan gejala Superflu dengan SARS-CoV-2 (Covid-19) atau RSV. Menurut dr. Agung, masyarakat tidak boleh melakukan diagnosa mandiri hanya berdasarkan gejala fisik.

Baca Juga: Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

"Metode Real-Time PCR (RT-PCR) tetap menjadi standar emas. Diagnosis cepat bukan hanya soal menentukan jenis obat, tapi juga memantau apakah virus yang beredar saat ini sudah kebal terhadap obat antiviral yang ada," tambahnya.

Benteng Vaksinasi dan Waktu Emas Pengobatan Kunci utama menghadapi mutasi ini terletak pada pembaruan kekebalan tubuh melalui vaksinasi influenza tahunan.

Karena sifat virus yang terus berevolusi, vaksin yang disuntikkan tahun lalu mungkin tidak lagi relevan dengan strain yang beredar sekarang.

Baca Juga: BTN Gandeng UNAIR, Perkuat Literasi Finansial dan Ekosistem Kampus Digital

Jika seseorang terlanjur terpapar, dr. Agung menyebut ada 'golden time' atau waktu emas pengobatan. Pemberian antiviral seperti Oseltamivir terbukti masih sangat efektif, dengan catatan diberikan kurang dari 48 jam sejak gejala pertama muncul.

"Vaksinasi adalah cara paling ampuh menekan risiko keparahan. Jika individu terlindungi, otomatis risiko penularan di tingkat komunitas akan ambruk," tegas dr. Agung.

Di tengah cuaca ekstrem dan musim penghujan, masyarakat diimbau kembali memperketat penggunaan masker di ruang publik dan segera melakukan tes laboratorium jika merasakan gejala flu yang tidak kunjung membaik.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.