Senin, 22 Jun 2026 18:49 WIB

Mahasiswa Unair Sulap Teh Hijau dan Maizena Jadi Plester Luka

Plester luka (ilustrasi). (Foto: Magnific)
Plester luka (ilustrasi). (Foto: Magnific)

jatimnow.com – Mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) berhasil mengembangkan inovasi wound dressing atau pembalut luka medis berbasis bahan alami yang lebih ramah lingkungan dan efektif mencegah infeksi.

Tim peneliti muda ini terdiri dari lima mahasiswa lintas fakultas, yakni Abdullah Imam Abdul Rahman (FKP), Desiva Frisillia Afanty (FF), Alya Nur Azizah (FKM), M Zain Hisyam Al Fikri Zuhdi (FKP), dan Fisti Nisa Nur Azizah (FK).

Baca Juga: Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Ketua tim, Abdullah Imam Abdul Rahman, menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari keinginan untuk mewujudkan layanan kesehatan masa depan yang lebih hijau. Menariknya, ide awal pengembangan plester luka ini justru terinspirasi dari aplikasi hidrokoloid yang biasa digunakan untuk melapisi makanan.

"Kami berpikir bahwa penelitian ini dapat menjadi fondasi kuat untuk mewujudkan perawatan kesehatan yang lebih baik, khususnya di bidang penyembuhan luka," ungkap mahasiswa yang akrab disapa Abdul tersebut.

Pembalut luka alami ini dibuat dengan memadukan pektin, biopolimer alami dari maizena, serta zat regeneratif dari ekstrak daun teh hijau. Untuk membuktikan efektivitasnya, tim Unair pun telah melakukan serangkaian pengujian yang sangat detail.

Baca Juga: BTN Gandeng UNAIR, Perkuat Literasi Finansial dan Ekosistem Kampus Digital

Di antaranya melakukam pemeriksaan struktur formulasi menggunakan instrumen Scanning Electron Microscope (SEM) dan Fourier Transform Infrared (FTIR).

Kemudian dilanjutkan uji mekanik meliputi uji daya tarik, uji penyerapan air, serta profil pelepasan bahan aktif. Terakhir, uji in vivo dan histopatologi, untuk melihat efektivitas plester luka secara langsung terhadap proses penyembuhan luka.

Baca Juga: Mahasiswa Unair Gagas Inovasi Plester Pendeteksi Kanker Hati

Dalam proses risetnya, Abdul mengaku timnya dihadapkan pada berbagai rintangan, mulai dari pengumpulan bahan, perizinan laboratorium, hingga proses uji eksternal. Formulasi hidrokoloid yang mereka teliti juga harus melewati banyak proses trial and error untuk mendapatkan racikan yang sempurna.

"Melalui ide ini, kami berharap dapat memberikan bukti awal yang kuat. Ke depannya, inovasi ini kami proyeksikan bisa berkembang menjadi startup medis yang menginspirasi peneliti lain untuk terus berinovasi di bidang kesehatan," pungkas Abdul.

Editor : Dadang Kurnia
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.