Senin, 22 Jun 2026 05:19 WIB

Tendangan Kungfu di Liga 4 Jatim, Pemain Perseta 1970 Tulungagung Jadi Korban

  • Penulis :
  • | Selasa, 06 Jan 2026 07:59 WIB
Foto: Pemain Putra Jaya Pasuruan saat lakukan tendangan kungfu ke pemain Perseta 1970 Tulungagung. (Youtube/jatimnow.com)
Foto: Pemain Putra Jaya Pasuruan saat lakukan tendangan kungfu ke pemain Perseta 1970 Tulungagung. (Youtube/jatimnow.com)

jatimnow.com-Laga horor terjadi di pertandingan Kompetisi Liga 4 Jawa Timur antara Putra Jaya Pasuruan melawan Perseta 1970 Tulungagung. Dalam pertandingan grup CC babak 32 besar yang berlangsung di Stadion Gelora Bangkalan tersebut, pemain Putra Jaya Pasuruan melakukan tendangan kungfu kepada gelandang Perseta 1970.

Aksi tersebut sempat menyebabkan sedikit kericuhan di tengah pertandingan. Wasit langsung mengeluarkan kartu merah kepada pemain Putra Jaya Pasuruan dengan nomor punggung 23 bernama M Hilmi Kanthi.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Pelatih Perseta 1970, Medi Redondo mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada babak kedua tepatnya di menit ke 71. Saat itu Perseta 1970 tengah unggul 4-0 atas Putra Jaya Pasuruan. Mereka sedang membangun serangan dari lini pertahanan. Namun bola yang dioper berhasil dihentikan oleh pemain Putra Jaya Pasuruan. Tim lawan kemudian berupaya melakukan serangan cepat.

"Pemain kami bernama Firman Nugraha bermaksud menghadang namun pemain lawan justru melakukan tendangan kunfu dan mengenai dada pemain kami," ujarnya, Senin (5//01/2025).

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Firman langsung terkapar usai mendapat tendangan kunfu ini. Tim medis langsung masuk ke dalam lapangan untuk memberikan pertolongan. Aksi kekerasan ini juga memantik emosi dari pemain Perseta 1970. Wasit bertindak cepat dengan mengeluarkan kartu merah untuk M Hilmi Kanti. Tim medis sempat melakukan perawatan di dalam mobil ambulans. Namun Firman menolak dibawa ke rumah sakit dan merasa kondisinya telah membaik.

"Sempat akan dibawa ke rumah sakit tapi yang bersangkutan menolak dan kini sudah aman," tuturnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Medi mengapresiasi kinerja wasit dalam pertandingan ini. Menurutnya jika wasit bertindak kurang cepat maka banyak pemain yang terpantik emosinya. Official Perseta 1970 sendiri berupaya menenangkan para pemain di bangku cadangan sehingga tidak masuk ke dalam lapangan. Pertandingan ini dimenangkan oleh Perseta 1970 dengan skor telak 7-2.

"Kinerja wasit cukup bagus dalam pertandingan ini, kalau tidak bertindak cepat banyak pemain yang emosi," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.