Jumat, 19 Jun 2026 01:04 WIB

Difitnah-Digeruduk OTK, TKB Cerita Kerasnya Persaingan Bisnis Properti di Lamongan

Perumahan TKB Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Perumahan TKB Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Salah satu pengusaha properti di Lamongan, Tikung Kota Baru (TKB) mengeluhkan kerasnya bisnis properti di Kota Soto. Sejak berdiri 4 tahun yang lalu, Owner TKB Subandi mengaku mendapat banyak tekanan mulai dari fitnah yang mengarah pada pencemaran nama baik atau ujaran kebencian hingga dilaporkan dugaan penyelewengan ke aparat penegak hukum (APH).

"Jadi ini kalau saya rasa ini persaingan bisnis, persaingan bisnis yang tidak sehat dengan cara-cara yang tidak elegan tidak gentleman," kata Subandi, Senin (5/1/2026).

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Subandi menyebut persaingan bisnis yang tidak sehat membuat pihaknya banyak dirugikan. Hal itu karena disinformasi sengaja dibuat untuk memprovokasi hingga berdampak pada kepercayaan konsumen.

"Sebagai pebisnis seharusnya tidak memberikan contoh yang seperti itu. Takutnya nanti kedepannya kalau persoalan ini tidak benar tapi menyebar di masyarakat itu kan menjadi fitnah dan sangat merugikan," ujarnya.

Bahkan terbaru, manejemen TKB digeruduk oleh sejumlah orang dengan dalih aksi demo membentang spanduk mempersoalkan lahan.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Lahan yang dipersoalkan merupakan rencana pengembangan tahap ketiga perumahan TKB, yang statusnya belum dilakukan pembelian, belum ada akad, serta belum ada ikatan hukum apa pun. Anehnya, aksi dilakukan oleh segelintir orang tak dikenal yang tidak memiliki keterkaitan apapun dengan TKB.

“Aksi itu jelas ilegal. Tidak ada izin ke kami, tidak ada izin ke pihak perumahan, bahkan izin kepolisian juga tidak ada. Ini sangat merugikan dan menimbulkan ketidaknyamanan, baik bagi kami maupun warga TKB,” ujarnya.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

Pengembang menilai aksi tersebut sarat kepentingan tertentu dan diduga merupakan pola lama yang sengaja dimainkan untuk menekan pihak perusahaan. Oleh sebab itu, seluruh bukti berupa foto dan dokumentasi aksi telah dikantongi dan akan dilaporkan secara resmi.

“Ini sudah terlalu jauh. Kami akan ambil tindakan tegas melalui jalur hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat,” pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.