Senin, 22 Jun 2026 17:48 WIB

Kasus Kriminalitas di Tulungagung Meningkat, Mayoritas Pencurian dan Penipuan

  • Penulis :
  • | Kamis, 01 Jan 2026 12:50 WIB
Foto: Kapolres Tulungagung, AKBP M Taat Resdi saat memberikan keterangan pers. (Bramanta/jatimnow.com)
Foto: Kapolres Tulungagung, AKBP M Taat Resdi saat memberikan keterangan pers. (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com-Angka kasus kriminalitas di Tulungagung selama tahun 2025 mengalami peningkatan dibanding tahun 2024. Polres Tulungagung mencatat peningkatan angka kriminalitas tersebut. Kasus pencurian dengan pemberatan dan penipuan menjadi jenis kejahatan yang paling banyak terjadi selama tahun 2025.

Kapolres Tulungagung AKBP Mohammad Taat Resdi, mengatakan selama periode Januari hingga Desember 2025 tercatat 423 kasus kriminalitas. Jumlah itu meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 383 kasus.

Baca Juga: Sasar Lansia, Residivis Jambret Asal Malang ditangkap Polisi Tulungagung

"Sepanjang 2025 terjadi peningkatan kasus kriminalitas dibandingkan tahun sebelumnya," ujarnya, Kamis (1/01/2025).

Meski mengalami peningkatan, namun tingkat penyelesaian perkara justru menunjukkan tren positif. Polres Tulungagung menyelesaikan 441 kasus selama 2025, termasuk penuntasan perkara tunggakan dari tahun sebelumnya. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan 2024 yang mencatat 393 kasus selesai.

Menurut Taat, peningkatan jumlah perkara yang ditangani menunjukkan keterbukaan dan keseriusan aparat dalam menindaklanjuti setiap laporan masyarakat.

"Setiap laporan yang masuk kami tangani secara transparan hingga tuntas," tuturnya.

Baca Juga: Satlantas Polres Tulungagung Tilang Truk Besar yang Nekat Masuk Jalur Alternatif

Berdasarkan data kepolisian, pencurian dengan pemberatan dan penipuan menempati posisi teratas dengan masing-masing 64 kasus. Sementara peringkat ketiga ditempati kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) sebanyak 47 kasus. Di luar tiga besar tersebut, Taat menyoroti kasus perlindungan anak yang menempati urutan keempat dengan total 44 kasus. Dari jumlah tersebut, baru 31 kasus atau sekitar 70 persen yang berhasil diselesaikan.

"Kasus perlindungan anak menjadi perhatian khusus kami karena tingkat penyelesaiannya masih perlu ditingkatkan," ungkapnya.

Taat menambahkan, meski jumlah kasus yang diselesaikan meningkat, jumlah tersangka justru menurun. Sepanjang 2025 tercatat 149 tersangka dari 441 kasus yang dituntaskan, lebih rendah dibandingkan 2024 yang mencatat 180 tersangka dari 393 kasus selesai. Penurunan jumlah tersangka tidak lepas dari meningkatnya kesadaran hukum masyarakat serta penerapan pendekatan restorative justice pada sejumlah perkara.

Baca Juga: Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

"Banyak perkara yang akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan karena tidak memenuhi unsur pidana atau disepakati melalui restorative justice. Hal itu berdampak pada menurunnya jumlah tersangka,” pungkasnya.

 

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.