Kamis, 18 Jun 2026 21:59 WIB

Lilin Duka BEM FISIP UMJ, Banjir Sumatra Harusnya Bencana Nasional

BEM FISIP UMJ gelar aksi bakar lilin untuk korban banjir Sumatra dan Aceh. Mahasiswa desak Pemerintah segera tetapkan status Bencana Nasional. (Foto: BEM FISIP UMJ/jatimnow.com)
BEM FISIP UMJ gelar aksi bakar lilin untuk korban banjir Sumatra dan Aceh. Mahasiswa desak Pemerintah segera tetapkan status Bencana Nasional. (Foto: BEM FISIP UMJ/jatimnow.com)

jatimnow.com - Di saat sebagian besar warga bersiap menyambut kembang api pergantian tahun, puluhan mahasiswa berkumpul dalam sunyi di pelataran kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).

Nyala lilin kecil memecah kegelapan malam pada Rabu (31/12/2025), membawa pesan duka mendalam bagi ribuan korban bencana banjir Sumatra dan Aceh yang hingga kini masih bergelut dengan air dan lumpur.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

Aksi yang diinisiasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP UMJ ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah protes keras terhadap apa yang mereka sebut sebagai "absennya negara" di tengah krisis ekologis yang telah melumpuhkan separuh wilayah Sumatra selama lebih dari satu bulan.

Ketua BEM FISIP UMJ, Alfian Maulana, menyatakan bahwa penderitaan warga di Sumatra telah melampaui batas kewajaran bencana musiman.

Menurutnya, situasi lapangan sudah memenuhi kriteria untuk ditetapkan sebagai Bencana Nasional sesuai mandat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007.

"Kami tidak melihat kehadiran negara yang nyata. Ribuan orang kehilangan rumah dan ruang hidup, namun respons pemerintah masih sangat lamban dan minim keberpihakan," ujar Alfian di sela-sela aksi.

Mahasiswa menilai banjir besar kali ini adalah akumulasi dari eksploitasi lingkungan yang ugal-ugalan.

Proyek-proyek yang mengabaikan daya dukung alam dituding menjadi biang keladi parahnya dampak bencana di Aceh dan daerah sekitarnya.

Baca Juga: Siswa di Jember Naik Rakit ke Sekolah, Jembatan Putus Diterjang Banjir

Dalam pernyataan sikapnya, BEM FISIP UMJ menegaskan bahwa kelalaian pemerintah dalam menangani krisis ini adalah bentuk kekerasan struktural terhadap rakyat.

Mereka menuntut penghentian total segala bentuk proyek yang memperburuk kerusakan ekosistem di Sumatra.

"Jangan hanya melihat angka statistik. Di balik data itu, ada manusia yang kehilangan segalanya. Kami menuntut pengusutan tuntas dan tindakan tegas terhadap pelaku perusakan lingkungan yang memicu bencana ini," tegas Alfian.

Alih-alih merayakan malam pergantian tahun dengan hura-hura, Alfian menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri. Ia mengajak publik mengalihkan energi perayaan menjadi empati bagi mereka yang tidur di pengungsian.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Turun Percepat Penanganan Dampak Banjir Pasuruan

"Tahun ini adalah tahun yang kelam bagi saudara kita di Sumatra. Kami meminta mahasiswa dan masyarakat tidak merayakan tahun baru secara berlebihan. Empati adalah bentuk tertinggi dari kemanusiaan kita saat ini," tambahnya.

Melalui aksi bakar lilin ini, BEM FISIP UMJ berjanji akan terus mengawal proses pemulihan ruang hidup di Sumatra dan Aceh.

Mereka menegaskan bahwa suara kritis kampus tidak akan padam hingga setiap korban mendapatkan keadilan dan hak hidupnya kembali dipenuhi oleh negara.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.