Minggu, 14 Jun 2026 10:09 WIB

Ning Dini Tagih Gedung Permanen, Anak Sekolah Rakyat Tak Boleh Terus Menumpang

Anggota Komisi VIII DPR RI, Dini Rahmania. (Foto: Tim Media Center/jatimnow.com)
Anggota Komisi VIII DPR RI, Dini Rahmania. (Foto: Tim Media Center/jatimnow.com)

jatimnow.com - Secercah harapan baru bagi anak-anak dari keluarga rentan di Jawa Timur mulai tumbuh lewat kehadiran Sekolah Rakyat. Program ini hadir sebagai sandaran utama bagi mereka yang sempat terlempar dari sistem pendidikan akibat himpitan ekonomi ekstrem.

Anggota Komisi VIII DPR RI, Dini Rahmania, menegaskan pasang badan untuk memastikan inisiatif ini bukan sekadar proyek seremonial.

Baca Juga: Sekolah Rakyat di Kota Kediri Sepi Peminat, Sistem Asrama Jadi Kendala

Baginya, Sekolah Rakyat adalah instrumen nyata untuk meretas belenggu kemiskinan struktural yang kerap mewaris dari generasi ke generasi.

Politisi Partai NasDem ini memantau langsung denyut aktivitas di empat Sekolah Rakyat yang tersebar di Jawa Timur.

Sosok yang akrab disapa Ning Dini itu menilai bahwa kehadiran sekolah ini sangat krusial karena merangkul kelompok yang selama ini benar-benar luput dari radar pendidikan formal.

Meski membawa misi besar, operasional Sekolah Rakyat masih bergelut dengan keterbatasan fasilitas.

Saat ini, para siswa harus rela berbagi ruang dengan menumpang di Balai Latihan Kerja (BLK) hingga Rumah Susun Sewa (Rusunawa) sambil menanti gedung permanen berdiri.

"Sekolah ini tumpuan besar bagi anak-anak yang sebelumnya putus sekolah. Saya mendengar langsung keresahan sekaligus harapan dari guru, siswa, hingga orang tua," ujarnya, Kamis (25/12/2025).

Baca Juga: Peminat Sekolah Rakyat di Kediri Terus Bertambah, Penjangkauan Terus Berjalan

Walau fasilitas masih bersifat sementara, Ning Dini mengapresiasi kondisi sarana yang ada karena masih layak menunjang belajar harian. Namun, ia memberi catatan keras agar pembangunan gedung permanen segera dikebut demi menciptakan ekosistem belajar yang lebih stabil.

Masuk ke dalam ruang kelas, tantangan yang dihadapi para pengajar ternyata jauh lebih kompleks. Keberagaman usia dan kemampuan akademik siswa di Sekolah Rakyat sangat mencolok.

Fenomena siswa SMA yang sudah menginjak usia 20 tahun menjadi pemandangan lumrah akibat riwayat putus sekolah yang menahun.

Kenyataan pahit lainnya, ditemukan sejumlah siswa jenjang SD yang masih terbata-bata membaca dan menulis. Situasi unik ini memaksa para guru untuk memutar otak dengan metode pembelajaran yang jauh lebih adaptif dibanding sekolah reguler.

Baca Juga: Gus Iqdam Sebut Mahasiswa Tak Cukup Hanya Pintar, Harus Dekengan Pusat

"Beban guru dan wali asuh di sini berlipat ganda. Mereka tidak hanya mentransfer ilmu, tapi juga memulihkan mental dan rasa percaya diri anak-anak yang memiliki latar belakang hidup sulit," tutur alumnus Universitas Airlangga tersebut.

Sebagai sekolah berbasis asrama, tiap 10 siswa didampingi oleh satu wali asuh. Dini mengingatkan agar pola pengasuhan dilakukan dengan pendekatan yang sensitif guna menghindari gesekan antar-siswa yang berbeda jenjang usia.

Dini juga menggarisbawahi bahwa fasilitas lengkap dari Kementerian Sosial, mulai dari seragam hingga gawai harus dibarengi dengan pendidikan karakter. Ia tidak ingin bantuan negara justru memanjakan siswa tanpa membentuk kemandirian.

"Sekolah Rakyat harus jadi ruang penempaan karakter. Tujuan akhirnya bukan sekadar ijazah, tapi agar mereka mandiri dan punya kekuatan untuk memutus rantai kemiskinan di keluarga mereka," tegas Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif itu.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.