Sabtu, 20 Jun 2026 16:51 WIB

Subsidi Dikurangi, Petani Tulungagung Diminta Gunakan Pupuk Organik

Aktivitas petani di Tulungagung
Aktivitas petani di Tulungagung

jatimnow.com - Terhitung sejak bulan Oktober ini, pemerintah mengurangi alokasi pupuk bersubsidi. Petani di Tulungagung diminta untuk beralih atau memanfaatkan pukuk organik untuk tanamanya.  

Kasi Pupuk Pestisida dan Alat Mesin Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung, Tri Widiyono Agus Basuki mengatakan,  pengurangan atau realokasi itu merupakan keputusan pemerintah pusat yang kemudian diteruskan ke tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

"Per akhir September lalu kami dapat surat dari pemerintah provinsi Jatim, ada beberapa pupuk subsidi yang dikurangi," ujarnya, Jumat (19/10/2018).

Dari data Dinas Pertanian Tulungagung, kebutuhan pupuk awal (sebelum ada pengurangan), Urea mencapai 27.906 ton, SP-36 1.717 ton, dan Phonska 18.067 ton. Setelah ada penurunan dari pemerintah,  jumlah alokasi pupuk berkurang menjadi Urea 27.806 ton, SP-36 1.644 ton, dan Phonska 17.577 ton. Padahal berdasar Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK)2018, kebutuhan pupuk petani sebanyak Urea 40.055 ton, SP-36 6.922 ton, dan Phonska 26.350 ton.

"Kalau merujuk dari data RDKK tentu masih sangat kurang," imbuhnya.

Tri menambahkan, pengurangan subsidi ini jelas berpengaruh kepada petani, utamanya di Tulungagung, sebab sebagian besar petani cenderung memilih pupuk kimia dibandingkan organik terutama jenis Urea.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Para petani beralasan penggunaan pupuk kimia lebih praktis dan hasilnya cepat terlihat. Padahal pupuk organik ini bagus untuk memperbaiki kondisi tanah. Salah satunya unsur hara.

"Banyak petani yang belum mengetahui manfaat jangka panjang penggunaan pupuk organik," keluhnya.

Untuk memenuhi permintaan pupuk kimia ini, Dinas Pertanian setempat mengajukan permintaan penambahan alokasi ke Provinsi.

"Diharapkan dengan tambahan yang mungkin bisa diterima bulan November ini, petani dapat bernafas lega. Sebab kita juga dituntut swasembada pangan," pungkasnya.


    

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.