Minggu, 21 Jun 2026 23:32 WIB

Musyawarah Kubro di Ponpes Lirboyo Kediri Sepakati 3 Poin Penyelesaian Konflik PBNU

Jubir Musyawarah Kubro, KH Oing Abdul Muid saat menyampaikan hasil musyawarah. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Jubir Musyawarah Kubro, KH Oing Abdul Muid saat menyampaikan hasil musyawarah. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Musyawarah Kubro yang digelar Forum Sesepuh NU di Ponpes Lirboyo Kediri telah rampung, Minggu (21/12/2025). Terdapat tiga poin yang disepakati oleh peserta musyawarah yang terdiri dari pengurus PBNU, PWNU, PCNU dan Banom NU se Indonesia ini.

Dalam forum tersebut semua pihak menyepakati 3 opsi penyelesaian permasalahan dan konflik yang terjadi di internal PBNU. Opsi tersebut adalah Islah, pengembalian mandat dan penyelenggaraan Muktamar Luar Biasa.

Baca Juga: Dukung Transformasi Pesantren, Gus Yahya Apresiasi Inisiatif KH Imam Jazuli

Jubir Musyawarah Kubro, KH Oing Abdul Muid mengatakan untuk opsi pertama adalah Islah. Peserta Musyawarah meminta Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dan Rais Am KH Miftakhul Akhyar untuk bertemu dan melakukan islah. Mereka diberi waktu selama tiga hari mulai hari ini untuk Islah.

“Sesuai kesepakatan peserta Musyawarah Kubro opsi Islah diberi batas waktu hingga 3X24 jam mulai hari ini," ujarnya, Minggu (21/12/2025).

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Jika opsi Islah ini gagal terwujud, peserta Musyawarah Kubro meminta kedua belah pihak untuk mengembalikan mandat kepada Mustasyar untuk selanjutnya dibentuk panitia Muktamar Luar Biasa. Peserta Musyawarah Kubro memberikan waktu 1 hari setelah tenggat waktu Islah terlewati.

“Opsi kedua meminta kedua belah pihak mengembalikan mandat ke Mustasyar, waktunya 1 hari setelah batas waktu Islah selesai, " terangnya.

Baca Juga: Katib Syuriyah PBNU Kecam Penyergapan Relawan Indonesia oleh IOF

Sedangkan opsi terakhir adalah Muktamar Luar Biasa. Opsi ini berlaku jika opsi pertama dan kedua gagal. Peserta Musyawarah Kubro akan mencabut mandat yang diberikan kepada kedua pihak. Kemudian mereka akan membentuk panitia Muktamar Luar Biasa ini. Maksimal muktamar ini akan digelar sebelum pemberangkatan Jemaah Haji kloter pertama Indonesia.

“Jika opsi pertama dan kedua gagal maka akan digelar Muktamar Luar Biasa, maksimal batas waktunya adalah pemberangkatan jemaah haji kloter pertama," pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.