Minggu, 21 Jun 2026 23:28 WIB

Siswa Lamongan Nekat Terjang Banjir untuk Sekolah

Foto: Para pelajar asal Desa Tejoasri, Kalitengah, Lamongan saat melewati genangan air banjir luapan bengawan jero. (Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Foto: Para pelajar asal Desa Tejoasri, Kalitengah, Lamongan saat melewati genangan air banjir luapan bengawan jero. (Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com-Banjir di Lamongan akibat luapan Sungai Bengawan Jero tak melunturkan semangat para pelajar untuk menuntut ilmu. Ratusan siswa di wilayah tersebut terpaksa harus menerjang air banjir untuk bersekolah. Situasi itu memaksa pelajar bersekolah dengan kondisi yang jauh dari kata layak.

Seperti yang dialami pelajar di Desa Bojoasri, Kecamatan Kalitengah, Lamongan. Mereka dituntut berhati-hati menjaga tas dan seragam dari air banjir. Sambil menyingsikan celana dan memakai sandal mereka berjalan menembus air sambil menjaga keseimbangan karena jalan licin. Para pelajar ini juga harus berjalan lantaran kendaraan motor tak mampu menembus banjir karena terancam mogok.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Salah satu siswa MTS Khozainul Ulum, Sela Selvina bercerita bahwa ia bersama teman-temanya harus berjalan kurang lebih sejauh 1 kilometer menuju sekolah.

"Biasanya bawa motor tapi karena takut mogok terpaksa jalan, untungnya dari sekolah diperbolehlan bawa sandal," ungkap Sela, Rabu (17/12/2025).

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

Sementara itu, warga Desa Bojoasri, Asrori mengungkapkan bahwa banjir sudah terjadi 5 kali selama 2025 karena meluapnya sungai Bengawan Jero.

"Banjir merendang jalan poros, pemukiman, sebagian rumah warga dalam sepekan terakhir, semoga segera surut dan mendapat penanganan dari pemerintah," katanya.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Sedangkan Kepala BPBD Lamongan, Naim saat dihubungi via layanan berbalas pesan belum memberikan jawaban terkait kondisi ini.

 

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.