Selasa, 16 Jun 2026 15:46 WIB

Belasan Pasangan Siri di Tulungagung Ikuti Sidang Isbat Nikah Terpadu

Sidang isbat terpadu di Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Sidang isbat terpadu di Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com – Raut bahagia terlihat jelas dari pasangan Febri dan Fida, warga Desa Mojosari, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung. Keduanya menjadi satu dari belasan peserta sidang isbat nikah terpadu yang digelar Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Tulungagung bersama Pengadilan Agama dan KUA.

Sebelumnya, Febri dan Fida telah menikah secara agama atau nikah siri. Namun karena terkendala dokumen nama pada akta cerai tidak sesuai dengan akta kelahiran pernikahan mereka belum dapat dicatatkan secara resmi oleh negara.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Melalui program sidang isbat terpadu ini, pasangan tersebut akhirnya bisa bernafas lega. Setelah sidang dinyatakan diterima hakim, mereka langsung menerima buku nikah, Kartu Keluarga (KK), dan KTP baru.

“Alhamdulillah sekarang sudah sah dan tercatat oleh negara. Kami juga langsung dapat buku nikah, KK, dan KTP baru,” ujar Fida, Jumat (12/12/2025).

Sekretaris Dispendukcapil Tulungagung, Heri Setiawan, mengatakan bahwa program sidang isbat terpadu ini merupakan yang pertama kalinya digelar di daerah tersebut. Dari 20 pasangan yang mendaftar, hanya 12 yang dinyatakan memenuhi syarat administrasi.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

“Kami memfasilitasi warga yang sudah menikah secara agama tetapi belum tercatat secara administrasi negara,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, pasangan wajib membawa saksi. Hakim Pengadilan Agama kemudian memutuskan apakah pernikahan dapat diterima. Jika disahkan, keputusan tersebut dibawa ke KUA untuk pencatatan dan penerbitan buku nikah, lalu ke Dispendukcapil untuk pembuatan dokumen kependudukan.

“Melalui sidang isbat terpadu, semua proses dilakukan di satu lokasi. Pasangan bisa langsung pulang membawa buku nikah, KK, dan KTP baru,” tambah Heri.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Meski berjalan lancar, Dispendukcapil belum memastikan kapan program serupa akan digelar kembali. Namun mereka berharap kegiatan ini dapat membantu lebih banyak masyarakat.

“Masih banyak warga Tulungagung yang pernikahannya belum tercatat oleh negara,” pungkas Heri.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.