Selasa, 16 Jun 2026 22:18 WIB

Peringati Hari AIDS Sedunia, Aktivis di Tulungagung Gelar Long March

  • Penulis :
  • | Senin, 01 Des 2025 13:35 WIB
Foto: Aktivis di Tulungagung peringati hari aids sedunia. (Bramanta/jatimnow.com)
Foto: Aktivis di Tulungagung peringati hari aids sedunia. (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com-Peringati Hari AIDS sedunia sejumlah aktivis di Kabupaten Tulungagung menggelar aksi simpatik. Mereka melakukan long march dan membagikan bunga serta brosur tentang sosialisasi bahaya AIDS.

Aksi yang diikuti oleh kelompok peduli AIDS hingga mahasiswa ini diawali dengan jalan kaki dari Dekopinda Tulungagung mengelilingi alun-alun. Mereka membentangkan spanduk berisi seruang untuk tidak melakukan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Aksi kemudian dilanjutkan dengan membagikan bunga dan brosur sosialisasi tentang kepada pengguna jalan yang melintas di simpang TT Tulungagung.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Sekertaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Tulungagung, Ifada Nur Rohmania mengatakan kegiatan ini tidak semata bentuk seremonial saja. Mereka berkomitman untuk selalu konsisten dalam memperingatkan masyrakat akan bahaya penyakit ini. Mereka juga mengajak masyarakat untuk menghapus stigma dan diskriminasi terhadap ODHA.

"Kita akan konsisten memperingati Hari AIDS sedunika ini karena kita juga harus konsisten dalam memperingatkan masyarakat. Jadi ini bukan seremonial yang hura-hura, tapi kami terus mengingatkan proses kesadaran bagaimana yang berisiko itu untuk tes HIV/AIDS," ujarnya, Senin (1/12/2025).

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pihaknya juga selalu menyerukan kepada seluruh masyarakat agar tidak memberikan stigma negatif terhadap ODHA. Menurtnya ODHA memiliki hak yang sama untuk hidup secara layak dan bebas stigma. Upaya penanggulangan penyakit tersebut merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dengan masyarakat.

"Kita harus membangun kesadaran bersama terkait HIV/AIDS ini. Harapan kami yang sudah positif untuk aktif berobat dan mengubah perilaku agar HIV tidak meluas," jelasnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Sementara itu Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung, Desi Lusiana Wardhani mengatakan, pemerintah terus berupaya melakukan skrining terhadap masyarakat yang berisiko terjangkit HIV/AIDS.
Tak hanya kelompok rentan, jangkauan penanggulangan saat ini semakin diperluas dan menyasar kelompok remaja serta ibu rumah tangga. Desi juga menyebut angka temuan kasus dalam satu tahun berkisar antara 350-400 kasus. Dari temuan itu 20 persen di antaranya berusia remaja.

"Kalau total sejak tahun 2006 terdapat temuan sebanyak 4.350 kasus, setiap tahun ada temuan baru sekitar 350 an," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.