Kamis, 18 Jun 2026 04:36 WIB

1.607 Guru Honorer di Tulungagung Telah Diangkat Menjadi PPPK Paruh Waktu

  • Penulis :
  • | Jumat, 28 Nov 2025 13:08 WIB
Foto: Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo bersama PGRI. (Bramanta/jatimnow.com)
Foto: Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo bersama PGRI. (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com-Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, menyebut sudah mengangkat sebanyak 1.607 guru honorer sebagai tenaga PPPK Paruh Waktu. Hal ini diungkapkan saat Apel Peringatan HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional 2025 di Kantor PGRI Tulungagung. Pengangkatan guru honorer menjadi PPPK Paruh Waktu ini dinilai merupakan bukti nyata kepedulian Pemkab Tulungagung.

Gatut menerangkan guru yang diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu ini dulu berstatus sebagai honorer.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

“Untuk kesejahteraan guru di tahun 2025, kami sudah mengangkat sebanyak 1.607 PPPK Paruh Waktu. Dulu mereka merupakan guru honorer,” ujarnya, Jmat (28/11/2025).

Menurut Gatut, pengangkatan guru honorer sebagai tenaga PPPK Paruh Waktu itu merupakan bukti nyata kepedulian Pemkab Tulungagung.

“Selain kami juga berkomitmen untuk penyediaan fasilitas pendidikan. Kami berkomitmen tidak ada lagi bangunan sekolah tidak layak dan tidak aman dalam proses pembelajaran. Perbaikan gedung sekolah merupakan skala prioritas,” sambungnya.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Para guru diharapkan fokus dalam pengembangan pendidikan dan menjaga etika profesi guru. Gatut menyampaikan kualitas pembelajaran di Tulungagung masih belum masuk kategori baik dan harus dilakukan evaluasi.

“Rapor dari pemerintah pusat menyebutkan kualitas pembelajaran di Tulungagung masih belum masuk kategori baik. Ini tantangan. Butuh peran guru untuk menyelesaikannya,” paparnya lagi.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Sementara itu, Ketua PGRI Tulungagung, Muhadi berharap Pemkab bisa segera mengisi jabatan kepala sekolah yang kosong. Saat ini jumlahnya mencapai 120 kepala sekolah mulai dari TK sampai SMPN.

“Kami juga berharap soal kenaikan pangkat guru. Saat ini ada sejumlah guru yang belum naik pangkat meski sudah enam tahun,” pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.