Jumat, 12 Jun 2026 20:57 WIB

Ngeri! Perempuan Pemilah Sampah di Gresik Rentan Bahan Kimia Plastik

Perempuan pemilah sampah di Gresik terpapar 23 bahan kimia berbahaya dari plastik. (Foto: Ecoton/jaimnow.com)
Perempuan pemilah sampah di Gresik terpapar 23 bahan kimia berbahaya dari plastik. (Foto: Ecoton/jaimnow.com)

jatimnow.com - Studi terbaru mengungkap risiko serius yang dihadapi perempuan pemilah sampah di Gresik, Jawa Timur. Penelitian yang dilakukan oleh WIOEH (Wonjin Institute for Occupational Environmental Health), ECOTON, dan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga menemukan bahwa perempuan pemilah sampah terpapar 23 bahan kimia berbahaya dari plastik.

Penelitian ini melibatkan 32 perempuan di Gresik, terdiri dari 27 pekerja pemilah sampah dan 5 perempuan non-pekerja sebagai kelompok kontrol. Analisis dilakukan terhadap 65 jenis bahan kimia dalam darah dan urin.

Baca Juga: Kampung SIBA KLASIK Gresik Terapkan Kurban Minim Sampah

Hasilnya menunjukkan bahwa 23 bahan kimia berbahaya terdeteksi pada seluruh peserta, dengan kadar jauh lebih tinggi pada kelompok pekerja.

“Temuan kami menunjukkan bahwa pekerja pemilah sampah di Indonesia terpapar bahan kimia plastik berbahaya pada tingkat yang jauh lebih tinggi dibanding populasi umum. Kondisi ini tidak boleh diabaikan," ujar Won Kim dari WIOEH.

Beberapa senyawa yang ditemukan dalam kadar tinggi antara lain ftalat (DEHP), Bisphenol A (BPA), PAH (1-OH-pyrene), dan flame retardants (DPHP, DBuP). Paparan kronis terhadap senyawa-senyawa ini berpotensi mengganggu hormon, metabolisme, kesehatan reproduksi, serta meningkatkan risiko kanker.

Seluruh peserta juga menunjukkan kadar timbal (Pb) yang lebih tinggi dibanding populasi umum di negara maju. Timbal merupakan neurotoksin yang dapat menyebabkan penurunan kecerdasan, tekanan darah tinggi, gangguan hormon, serta risiko cacat perkembangan pada janin.

Baca Juga: JIIPE Peduli Bagikan Puluhan Hewan Kurban ke Masyarakat Gresik

Lestari Sudaryanti dari Fakultas Kedokteran UNAIR mengungkapkan, paparan bahan kimia plastik pada kadar setinggi ini sangat mengkhawatirkan, terutama bagi kelompok pekerja perempuan.

"Banyak dari senyawa yang kami temukan berkaitan dengan gangguan hormon, risiko penyakit metabolik, hingga masalah kesehatan reproduksi," ungkapnya.

Penelitian ini menyoroti buruknya tata kelola sampah di Indonesia, di mana sebagian besar sampah plastik tidak terkelola dengan baik dan berakhir di lingkungan terbuka. Kondisi ini menyebabkan pekerja di lapangan menjadi pihak pertama yang terpapar bahan kimia berbahaya.

Baca Juga: Siswa SMPN 58 Surabaya Temukan Partikel Plastik di Air dan Udara

Menurut Daru Setyorini dari ECOTON Foundation, penelitian ini memperlihatkan dampak dari sistem pengelolaan sampah Indonesia yang masih buruk.

"Temuan tingginya senyawa berbahaya dalam urin pekerja harus menjadi alarm keras bagi pemerintah untuk memperbaiki tata kelola sampah, mengurangi plastik sekali pakai, dan memastikan perlindungan bagi pekerja sektor informal," tegasnya.

Untuk itu, pemerintah dan industri didesak agar segera memperbaiki sistem pengelolaan sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta mengadopsi standar perlindungan pekerja yang lebih baik, termasuk pemantauan kesehatan berkala, pengurangan paparan di tempat kerja, dan regulasi yang lebih kuat terhadap bahan kimia berbahaya.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.