Minggu, 07 Jun 2026 17:32 WIB

Kisruh PBNU, Poros Muda NU Solid Dukung Keputusan Rais Aam

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Minggu, 23 Nov 2025 15:16 WIB
Poros Muda NU mendukung keputusan Rais 'Aam KH. Miftachul Akhyar untuk memberhentikan Gus Yahya sebagai Ketum PBNU. (Foto/Pngtree)
Poros Muda NU mendukung keputusan Rais 'Aam KH. Miftachul Akhyar untuk memberhentikan Gus Yahya sebagai Ketum PBNU. (Foto/Pngtree)

jatimnow.com - Rapat Harian Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Jumat, 21 November 2025, yang dipimpin oleh Rais 'Aam KH. Miftachul Akhyar, telah mengambil keputusan penting terkait posisi Ketua Umum Tanfidziah PBNU.

Dalam rapat tersebut, KH. Yahya Cholil Staquf diminta untuk mengundurkan diri dalam waktu tiga hari. Jika tidak, Rapat Harian akan memberhentikan Gus Yahya dari jabatannya.

Keputusan ini mendapat dukungan dari Poros Muda Nahdlatul Ulama (PMNU). Koordinator Nasional PMNU, Ramadhan Isa, menegaskan bahwa PMNU sebagai organisasi berbasis NU memahami bahwa pimpinan tertinggi berada di posisi Rais 'Aam dan membawahi Ketua Umum.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Oleh karena itu, setiap kader NU harus tunduk pada keputusan Rais 'Aam, termasuk Gus Yahya selaku Ketum PBNU.

"Poros Muda NU jelas mendukung keputusan Rais 'Aam yang diputuskan melalui forum rapat harian Syuriah PBNU. Semua kader NU harus patuh pada Rais Aam selaku pimpinan tertinggi organisasi," terangnya.

Ramadhan Isa, yang akrab disapa Dhani, menilai bahwa forum Syuriah PBNU memiliki alasan kuat sebelum mengambil keputusan pemberhentian Ketua Umum PBNU.

Baca Juga: Gus Salam Sowan ke Kiai Imjaz Jelang Muktamar NU ke-35

Beberapa alasan tersebut antara lain adalah tata kelola keuangan dan kehadiran tokoh zionis dalam Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama (AKN NU).

Dhani berharap semua kader NU menaati keputusan Syuriah PBNU, termasuk Gus Yahya selaku Ketua Umum Tanfidziah, karena memiliki wewenang untuk membina dan mengawasi pelaksanaan keputusan organisasi.

"Sebagai sebuah perkumpulan besar, NU tentu punya aturan yang harus ditaati seluruh kader, tanpa terkecuali," tegas alumni IAIN Syarif Hidayatullah Ciputat, Jakarta tersebut.

Menyikapi keputusan Syuriah PBNU, hari ini Tanfidziah PBNU menggelar rapat koordinasi dengan mengundang seluruh Ketua PWNU seluruh Indonesia di salah satu hotel di kawasan Surabaya Timur.

Baca Juga: Katib Syuriyah PBNU Kecam Penyergapan Relawan Indonesia oleh IOF

Surat undangan tersebut ditandatangani oleh H. Amin Said Husni selaku Wakil Ketua Umum dan H. Faisal Saimima, Wasekjen PBNU. Surat itu ditembuskan kepada Rais 'Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.