Senin, 22 Jun 2026 14:32 WIB

Kapolres Tulungagung Usulkan Hal Ini Untuk Menekan Angka Kecelakaan Bus Umum

  • Penulis :
  • | Rabu, 19 Nov 2025 10:58 WIB
Foto: Kapolres Tulungagung AKBP M Taat Resdi.(Bramanta/jatimnow.com)
Foto: Kapolres Tulungagung AKBP M Taat Resdi.(Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com-Terdapat tiga kecelakaan di Kabupaten Tulungagung yang melibatkan bus umum. Sebanyak 4 korban meninggal dunia dalam kejadian kecelakaan ini. Kasus ugal-ugalan sopir bus umum di Tulungagung mendapat perhatian khusus dari Satlantas Pores setempat. Berdasarkan hasil penelitian kasus tersebut masuk lima besar gangguan Kamtibmas di Tulungagung.

Kapolres Tulungagung AKBP Mohammad Taat Resdi mengatakan dari ratusan angka kecelakaan yang terjadi hingga pertengahan bulan November ini, keterlibatan bus angkutan umum menjadi perhatian serius kepolisian. Selama periode Januari-November tercatat tiga kejadian kecelakaan maut bus yang merenggut empat nyawa.

Baca Juga: Sasar Lansia, Residivis Jambret Asal Malang ditangkap Polisi Tulungagung

"Sejauh ini sudah ada tiga kejadian kecelakaan yang melibatkan bus umum, 4 korban meninggal dunia," ujarnya, Rabu (19/11/2025).

Menurut Taat, kecelakaan bus diakibatkan berbagai faktor, di antaranya perilaku ugal-ugalan hingga pelanggaran jadwal perjalanan bus. Dalam sistem gaji, pengemudi rata-rata mendapatkan upah dasar Rp100 ribu untuk sekali jalan dari Tulungagung-Surabaya-Tulungagung. Namun mereka akan menerima tambahan premi berdasarkan jumlah penumpang. Karena mengejar tambahan tersebut mereka nekat mengemudi dengan kecepatan diatas rata-rata untuk mendapat banyak penumpang.

"Semakin banyak penumpang, semakin besar premi. Ini membuat mereka saling salip agar tidak kehilangan penumpang," tuturnya.

Baca Juga: Satlantas Polres Tulungagung Tilang Truk Besar yang Nekat Masuk Jalur Alternatif

Selain itu berdasarkan hasil analisa bus beroperasi tidak sesuai jadwal yang ditetapkan dan temuan tersebut diperkuat hasil penyelidikan Satreskrim. Ketidakpatuhan ini mendorong munculnya perilaku berkendara menyimpang.

"Jadi, tidak ada faktor tunggal dalam penyebab kecelakaan. Ini multifaktor, tetapi dua di antaranya adalah sistem pengupahan dan kepatuhan terhadap time table," jelasnya.

Baca Juga: Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Pihaknya mendorong perusahaan otobus untuk mengkaji ulang terhadap sistem penggajian yang diterapkan terhadap awak angkutan umum. Harapannya, kenyamanan sistem penggajian akan menurunkan tensi pengemudi dalam mengendarai bus. Selain itu otoritas pengelola angkutan umum juga diharapkan melakukan kajian dan evaluasi terhadap tingkat kepadatan jadwal keberangkatan armada bus.

"Ini perlu dilakukan untuk upaya menekan angka kecelakaan yang melibatkan bus umum, harus ada perubahan pola," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.