Jumat, 19 Jun 2026 19:02 WIB

Hadi Wardoyo Singgung Keadilan Hukum dalam Seminar di UT Surabaya

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Minggu, 09 Nov 2025 16:38 WIB
Hadi Wardoyo saat diundang sebagai motivator dalam acara Seminar Universitas Terbuka Surabaya" di Airlangga Convention Center. (Foto/jatimnow.com)
Hadi Wardoyo saat diundang sebagai motivator dalam acara Seminar Universitas Terbuka Surabaya" di Airlangga Convention Center. (Foto/jatimnow.com)

jatimnow.com -  Pengusaha konstruksi dan inovator, Hadi Wardoyo, memberikan motivasi dalam seminar bertajuk "Literasi Data: Tantangan dan Peluang Lulusan UT Surabaya di Era Digital" di Airlangga Convention Center, Surabaya. Acara ini diselenggarakan oleh Universitas Terbuka (UT) Surabaya.

Hadi Wardoyo, yang juga merupakan alumni berprestasi UT Surabaya, berbagi pandangannya mengenai pentingnya penegakan hukum dan kejujuran dalam mencapai kesuksesan.

Baca Juga: Gempa Manado 7,6 SR, Saatnya Pakai Fondasi Tahan Gempa

Ia adalah Direktur Utama PT. Cipta Anugerah Indotama (CAI), perusahaan kontraktor yang memegang paten Konstruksi Jaring Rusuk Beton (KJRB), fondasi tahan gempa yang inovatif.

"Saya bangga menjadi alumni UT. Pendidikan di sini telah memberikan fondasi yang kuat bagi saya untuk mencapai posisi saya saat ini," ujar Hadi Wardoyo.

Selain berkiprah di bidang konstruksi, Hadi juga aktif di berbagai bidang lain, seperti Direktur PT. Kawoong Architect Specialist Hospital, Managing Partner konsultan hukum Hawary and Partner, CEO Kawoong Innovation, dan Komisaris PT. Kawoong Bumi Kita General Contractor.

Dalam paparannya, Hadi mengungkap keprihatinannya terhadap penerapan hukum di Indonesia. Ia menegaskan bahwa kepatuhan terhadap undang-undang adalah kunci utama penegakan hukum yang efektif.

"Hukum adalah pekerjaan mulia jika dijalankan dengan baik sesuai kaidah hukum," tegasnya di hadapan para lulusan UT Surabaya Semester 2025/2026 Ganjil.

Hadi juga menceritakan pengalamannya saat berkonsultasi dengan Prof. Jimly Asshidiqie, Ketua Komisi Reformasi Polri, mengenai permasalahan hukum yang telah ia perjuangkan selama 9 tahun. Prof. Jimly memberikan pesan agar Hadi meneladani kegigihan dan kejujuran Presiden Prabowo Subianto.

"Prof Jimly mengatakan bahwa Presiden Prabowo adalah seorang patriot yang jujur dan pantang menyerah. Beliau berjuang berkali-kali hingga akhirnya terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia," jelas Hadi.

Hadi menambahkan bahwa salah satu misi yang dibuktikan Prabowo adalah pembentukan Komisi Reformasi Polri, yang bertujuan untuk mewujudkan kepastian dan keadilan hukum.

Presiden Prabowo, menurut Hadi, mementingkan penegakan hukum dalam supremasi hukum atau the rule of law. Hadi mengajak lulusan UT Surabaya untuk mengikuti jejak Presiden Prabowo dalam menyelesaikan persoalan pemerintahan dengan menjunjung tinggi kejujuran.

"Jika ingin sukses, kuncinya harus jujur. Waktu yang akan menjawab," katanya.

Baca Juga: GMNI Surabaya Desak Investigasi Independen Kematian Alfarisi di Rutan Medaeng



Selain kejujuran, Hadi juga membagikan kunci sukses lainnya, yaitu thinking (kepandaian dan kecerdasan), speaking (kemampuan komunikasi), singing (menikmati hidup), sporting (olahraga), dan sleeping (istirahat cukup).

Ketua Ikatan Alumni (IKA) UT Surabaya, Dr. Endang Sriningsih, MSi, memberikan apresiasi kepada Hadi Wardoyo sebagai alumni UT yang berprestasi dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

"Alumnus-alumnus UT Surabaya merupakan figur yang hebat, salah satunya Bapak Hadi Wardoyo yang potensial, berprestasi, dan karyanya telah mendunia," ujarnya.

Acara seminar ini juga dihadiri oleh Direktur UT Surabaya Dr. Suparti, M.Pd., beserta jajaran staf.

Baca Juga: Kasus Nenek Elina di Surabaya, Ormas Madura Nusantara Desak Otak Persekusi Ditangkap

Di akhir acara, Hadi Wardoyo menyerahkan cinderamata lukisan QR Art logo Universitas Terbuka kepada Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UT, Dr. Meyta SH MH, sebagai perwakilan Rektor UT.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.