Minggu, 21 Jun 2026 02:13 WIB

Diversi Selesai, Puluhan Pelaku Kerusuhan di Blitar Dikembalikan ke Orang Tua

  • Penulis :
  • | Kamis, 30 Okt 2025 10:30 WIB
Foto: Kapolres Blitar AKBP Titus Yudho Uly saat memberi pengarahan terhadap anak pelaku kerusuhan. (Polres Blitar Kota/jatimnow.com)
Foto: Kapolres Blitar AKBP Titus Yudho Uly saat memberi pengarahan terhadap anak pelaku kerusuhan. (Polres Blitar Kota/jatimnow.com)

jatimnow.com-Sebanyak 23 anak pelaku kerusuhan di Polres Blitar Kota telah selesai menjalani diversi. Mereka terlibat dalam kejadian kerusuhan yang terjadi pada akhir bulan Agustus lalu. Para anak ini dikenakan sanksi sosial selama 30 hari. Mereka membersihkan tempat ibadah dan panti sosial sebagai bentuk sanksi.

Kapolres Blitar Kota AKBP Titus Yudho Uly mngatakan sebanyak 23 anak yang berhadapan dengan hukum sebelumnya diamankan polisi. Hal ini dikarenakan mereka terlibat dalam aksi penyerangan ke Mapolres Blitar Kota pada 30 Agustus 2025 lalu. Karena mayoritas adalah anak-anak polisi akhirnya memutuskan untuk dilakukan diversi.

Baca Juga: Pelaku Begal Payudara di Kota Blitar Ditangkap Warga

“Untuk Diversi berdasarkan Pasal 7 Undang-Undang No 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dan Laporan Polisi Nomor : LP/15.A/VIII/2025/ Polres Blitar Kota tanggal 31 Agustus 2025," ujarnya, Kamis (30/10/2025).

Titus menjelaskan selama 30 hari para anak itu menjalani diversi dengan aksi kerja sosial. Di antaranya bersih-bersih di Masjid Al-Aulia di lingkup Polres Blitar Kota. Kegiatan ini dilakukan sepulang sekolah sekitar pukul 17.00 WIB. Selanjutnya dilanjutkan dengan salat magrib berjamaah. Setelah pelaksaan salat magrib dilaksanakan mengaji sampai dengan pelaksaan Isya. Tak hanya itu, anak-anak juga melaksanakan kerja sosial di panti jompo dan panti asuhan di beberapa lokasi.

Baca Juga: Kasus Pembunuhan Mertua di Blitar, Ini Motifnya

“Selama kerja bakti atau menjalani diversi itu, anak pelaku banyak berubah, dan menyadari akan kesalahannya,” katanya.

Selama diversi itu pula, lanjutnya merasa bersalah terhadap orangtua karena selama ini tidak menurut dan anak pelaku merasa beruntung masih memiliki orangtua. Mereka menjadi rajin beribadah dan tidak keluar malam lagi. Orang tua anak pelaku sangat berterimakasih kepada Polres Blitar kota dan jajaran yang telah memberi kesempatan anak anak untuk diversi dan memberika bimbingan kepada anak pelaku. Orangtua merasakan perubahan anak pelaku menjadi anak yang lebih taat beribadah dan menurut.

Baca Juga: Menantu Perempuan Habisi Mertuanya di Blitar

“ Orangtua anak pelaku mohon maaf dengan apa yang dilakukan anak pelaku yaitu membuat kerusuhan," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.