Selasa, 21 Jul 2026 19:31 WIB

Kasus Pembunuhan Mertua di Blitar, Ini Motifnya

  • Penulis :
  • | Kamis, 29 Jan 2026 07:59 WIB
Foto: Polisi menunjukkan barang bukti kasus pembunuhan. (Polres Blitar Kota/jatimnow.com)
Foto: Polisi menunjukkan barang bukti kasus pembunuhan. (Polres Blitar Kota/jatimnow.com)

jatimnow.com-Satreskrim Polres Blitar Kota mengungkap motif kasus pembunuhan terhadap SP (70) warga Desa Gandekan, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar. Korban ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan pada Senin (26/1/202) malam. Dari hasil penyidikan korban dibunuh oleh NV yang tak lain merupakan menantu perempuannya. Usai menghabisi korban, pelaku melarikan diri ke Tulungagung dan ditangkap di sebuah penginapan.

Kapolres Blitar Kota AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo mengatakan pelaku tega melakukan hal tersebut karena sakit hati. Selama ini korban dan pelaku kerap terlibat percekcokan. Korban sering memperlihatkan bahwa dirinya tidak suka dengan pelaku. Puncaknya terjadi pada hari kejadian. Korban mengusir pelaku untuk pergi dari rumah.

Baca Juga: Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

"Motif dari pembunuhan itu adalah sakit hati, dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa korban sempat mengusir pelaku dari rumahnya," ujarnya, rabu (28/1/2026).

Berdasara hasil pemeriksaan sejak awal korban tidak setuju anaknya menikah dengan pelaku yang berasal dari Tangerang, Banten. Sehingga mereka sering terlibat cekcok. Saat malam kejadian, selain mengusir tersangka, korban juga sempat mengacungkan gergaji. Hal itulah yang memicu kemarahan NV, hingga nekat mencekik sang mertua sampai lemas. Pelaku juga sempat melakukan penusukan dengan menggunakan gunting.

Baca Juga: 4 Fakta Penemuan Bom Udara di Blitar: Berbobot 100 Kg, Dipastikan Masih Aktif

"Pelaku langsung mendorong tubuh korban ke kamar, dan terjatuh ke tempat tidur. Setelah korban jatuh, tersangka mencekik leher korban dengan menggunakan tangan dan juga bantal. Kemudian melihat gunting warna hitam yang berada di kasur korban dan langsung menusukan korban pada bagian leher sebelah kanan itu sebanyak tiga kali, juga di bagian perut kanan sebanyak dua kali," bebernya.

Setelah melihat korban tak berdaya, pelaku membawa anaknya yang masih berusia satu tahun untuk melarikan diri. Mengendarai sepeda listrik pelaku kabur ke Tulungagung. Polisi yang berhasil mengidentifikasi lalu menangkapnya di sebuah penginapan.

Baca Juga: Polres Madiun Ringkus Buron Pembunuhan Pemilik Warung di Saradan

"Pelaku terancam hukuman penjara 15 tahun," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.

Panitia Muktamar NU Mulai Susun Cetak Biru Persiapan di Tambakberas Jombang

Panitia Muktamar Ke-35 NU mulai menyusun blueprint persiapan dari akomodasi, lokasi sidang hingga pengamanan di Tambakberas, Jombang.