Selasa, 16 Jun 2026 18:51 WIB

Pemkab Tulungagung Gelar Pertemuan Tertutup Pascabentrok Antar Pesilat

Forkopimda Kabupaten Tulungagung beserta perwakilan perguruan silat usai rapat, Selasa (16/10/2018).
Forkopimda Kabupaten Tulungagung beserta perwakilan perguruan silat usai rapat, Selasa (16/10/2018).

jatimnow.com - Pemkab Tulungagung menggelar pertemuan tertutup untuk membahas peristiwa bentrokan antar oknum perguruan silat, di Desa Suruhan Lor, Kecamatan Bandung Kabupaten Tulungagung , Minggu (7/10/2018).

Sejumlah tokoh forkopimda, kepala desa, camat serta perwakilan dari setiap perguruan silat, tampak hadir dalam pertemuan tertutup yang digelar di ruang Praja Mukti.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Plt Bupati Tulungagung Maryoto Birowo mengatakan, rapat ini digelar untuk membahas perkembangan terkini setelah kejadian bentrokan tersebut.

Dalam kesempatan itu, ada beberapa poin yang menjadi kesepakatan. Salah satunya mereka bersepakat untuk menjaga situasi tetap kondusif, terutama menjelang pelaksanaan pemilu tahun 2019.

"Kita semua sepakat, kejadian ini merupakan terakhir kali dan tidak ada lagi kejadian serupa," ujar Maryoto, Selasa (16/10/2018).

Selain itu, Maryoto juga meminta kepada seluruh perguruan silat untuk menjadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi. Mereka diharapkan melakukan introspeksi diri dan tidak saling menyalahkan satu sama lain untuk menghindari kejadian serupa.

Sesuai data, sudah enam kali bentrokan antar oknum perguruan silat di wilayah Tulungagung. "Kami juga sepakat menyerahkan penanganan masalah ini kepada pihak berwajib dan harus saling introspeksi diri," imbuhnya.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Sementara itu, Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar mengatakan, minimnya informasi terkait pelaku pengerusakan menjadi kendala dalam penanganan kasus ini.

Dari saksi yang sudah diperiksa, mereka hanya mendapatkan sedikit data terkait pelaku. Meski begitu, ia mengaku sudah mengantongi sejumlah nama yang diduga merupakan pelaku pengerusakan.

"Ini kita masih melakukan pengejaran, dalam waktu dekat pasti akan segera tertangkap," tuturnya.

Peristiwa bentrokan ini berawal dari rombongan konvoi pesilat usai menghadiri acara pengesahan anggota baru di Kabupaten Trenggalek. Saat ribuan masa pulang, mereka terlibat bentrokan dengan oknum anggota perguruan silat lain.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Puluhan rumah dan kendaraan sepeda motor rusak dalam peristiwa ini. Tiga korban juga sempat mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit karena mengalami luka-luka.

 

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.