Kamis, 18 Jun 2026 06:39 WIB

Untag Surabaya Perkuat Langkah Internasionalisasi Lewat FGD Tiga Negara

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Selasa, 28 Okt 2025 22:04 WIB
Focus Group Discussion (FGD) akademisi dari tiga negara, yakni Australia, Filipina, dan Indonesia, di Untag Surabaya. (Foto: Humas Untag Surabaya for JatimNow.com)
Focus Group Discussion (FGD) akademisi dari tiga negara, yakni Australia, Filipina, dan Indonesia, di Untag Surabaya. (Foto: Humas Untag Surabaya for JatimNow.com)

jatimnow.com - Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menegaskan langkah serius menuju kampus berkelas dunia dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama akademisi dari tiga negara, yakni Australia, Filipina, dan Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Rektorat Gedung R. Ing. Soekonjono lantai tiga, ini menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring akademik internasional dan mendorong kolaborasi riset lintas negara.

Baca Juga: Mahasiswa UNTAG Surabaya Bantu UMKM Mojo Urus Legalitas dan Go Digital

FGD tersebut menghadirkan tiga pakar internasional: Prof. Ian Buchanan dari University of Wollongong (Australia), Prof. Dr. Jessie Barot dari National University (Filipina), dan Prof. I Ketut Artawa dari Universitas Udayana (Indonesia).

Dari pihak Untag Surabaya, hadir jajaran pimpinan universitas, para dekan, serta perwakilan Badan Kerja Sama dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM).

Kegiatan FGD ini merupakan tindak lanjut dari kesuksesan konferensi internasional bertajuk “Cultural Dialogues: English Studies in a Globalized World”, yang untuk keempat kalinya digelar di Indonesia dan kali ini dipercayakan kepada Untag Surabaya sebagai tuan rumah.

Rektor Untag Surabaya, Prof. Mulyanto Nugroho, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat visi internasionalisasi kampus.

“Mari kita manfaatkan momentum ini untuk memperluas jejaring kerja sama internasional melalui kolaborasi penelitian, publikasi bersama, dan program pertukaran mahasiswa sebagai bagian dari misi internasionalisasi Untag Surabaya,” tegas Prof. Mulyanto.

Dalam sesi diskusi, Prof. Jessie Barot dari Filipina menyampaikan apresiasinya terhadap keterbukaan Untag dalam menjalin kolaborasi akademik.

“Sebagai Kepala Divisi Penelitian di National University Filipina, saya sangat tertarik bekerja sama dengan Untag Surabaya. Kegiatan seperti ini memberi peluang besar untuk bertukar gagasan dan memperkuat jejaring riset antarnegara,” ujarnya.

Ketua Bidang Pengembangan Program dan Akreditasi Internasional Untag Surabaya, Eka Marliana, menyoroti pentingnya mengetahui mekanisme kerja sama di tiap universitas mitra.

Menanggapi hal itu, Prof. Jessie menekankan prinsip timbal balik dalam setiap kolaborasi. “Kerja sama biasanya dimulai dari diskusi kecil, lalu berkembang menjadi proyek penelitian bersama. Targetnya adalah publikasi di jurnal bereputasi tinggi yang terbuka bagi seluruh universitas ASEAN,” jelasnya.

Baca Juga: Untag Surabaya Paparkan Strategi Internasionalisasi Kampus Swasta di Forum Pendidikan Global Tiongkok

Sementara itu, Prof. Ian Buchanan dari University of Wollongong menyoroti pentingnya menjadikan Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai fokus riset bersama.

“Kami sangat senang dapat berpartisipasi dalam kolaborasi ini, terlebih jika kerja sama ini mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan,” paparnya.

Hal senada disampaikan Prof. I Ketut Artawa dari Universitas Udayana, yang berbagi pengalaman membangun kolaborasi global.

“Kunci keberhasilan kerja sama internasional adalah hubungan personal yang baik antar dosen. Kepercayaan dan komunikasi menjadi dasar kuat untuk membuka peluang riset bersama,” katanya.

Ketua Badan Kerja Sama Untag Surabaya, Prof. Slamet Riyadi, menambahkan bahwa kampusnya telah memiliki berbagai kerja sama internasional di Asia.

Baca Juga: Ketika Riset Menjadi Administrasi, Negara Kehilangan Senjata

“Kami sudah menjalin kolaborasi dengan universitas di Thailand yang kini mengirimkan mahasiswanya magang di Untag Surabaya, serta mahasiswa kami yang magang di Jepang. Selain itu, ada penelitian bersama dengan dosen dari Malaysia. Harapannya, kerja sama ini terus berkembang dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ketua Pusat Penelitian Untag Surabaya, Achmad Yanu, juga turut menggali potensi riset bersama yang relevan dengan tren global. Ia menilai FGD seperti ini memperkuat posisi Untag sebagai universitas nasionalis yang berpikir global.

Melalui kegiatan FGD ini, Untag Surabaya kembali menegaskan komitmennya untuk memperluas jaringan akademik global sekaligus memperkokoh perannya sebagai “Kampus Merah Putih yang Berorientasi Global”.

Langkah strategis ini menjadi bagian dari roadmap internasionalisasi Untag Surabaya yang berfokus pada riset kolaboratif, mobilitas mahasiswa, dan peningkatan reputasi akademik di kancah dunia.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah internasionalisasi tetap berakar pada nilai kebangsaan, namun terbuka pada kolaborasi global,” tutup Prof. Mulyanto.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.