Minggu, 21 Jun 2026 02:11 WIB

Polres Lamongan Bentuk Tim Tangani Kasus Banyak Motor Rusak Diduga Usai Isi Pertalite

Kapolres Lamongan, AKBP Agus Dwi Suryanto saat menanggapi soal motor rusak massal gegera Pertalite. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Kapolres Lamongan, AKBP Agus Dwi Suryanto saat menanggapi soal motor rusak massal gegera Pertalite. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kapolres Lamongan, AKBP Agus Dwi Suryanto menanggapi keresahan warga soal gejala motor rusak diduga akibat mengisi Pertalite.

Kapolres Lamongan mengaku telah mendapat informasi terkait kejadian tersebut. Meski demikian, pihak kepolisian belum bisa menyimpulkan penyebab pasti kerusakan motor yang dialami banyak warga.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

“Ini perlu adanya tindakan turun langsung ke lapangan, tidak hanya sebatas laporan. Kami akan bentuk tim terpadu untuk mengecek penyebab pastinya,” ujar AKBP Agus, Senin (27/10/2025).

Menurutnya, kerusakan motor massal bisa berasal dari berbagai penyebab, selain kualitas bahan bakar juga sparepart motornya.

“Kita belum bisa menyimpulkan. Nanti akan dicek ke bengkel juga, apakah kerusakannya karena bahan bakar, oli, busi, atau komponen lainnya,” jelasnya.

Baca Juga: Harga Pertamax Naik, Aktivitas SPBU di Probolinggo Normal

AKBP Agus menambahkan, pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap beberapa SPBU yang dilaporkan masyarakat.

“Kami akan cek secara teknis di lapangan, terutama di lokasi yang disebut-sebut banyak kendaraan mengalami mogok. Dari situ bisa diketahui apakah ada indikasi pencampuran bahan bakar atau tidak,” tegasnya.

Baca Juga: Harga Pertamax Naik Tajam, Ojol hingga Mahasiswa di Kediri Kecewa

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan menunggu hasil pemeriksaan resmi.

“Kami akan sampaikan hasilnya secara terbuka setelah proses pengecekan selesai,” pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.