Kamis, 18 Jun 2026 15:25 WIB

Pemkot Malang Siap Bersinergi dengan Malang Autism Center Dukung Anak Istimewa

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, Founder sekaligus CEO MAC, Mohammad Cahyadi,dan Komisaris Independen di Bank Mandiri, Mia Amiati, membuka Malang Autism Colors 2025 di Malang Creative Center (MCC), Sabtu (25/10/2025). (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, Founder sekaligus CEO MAC, Mohammad Cahyadi,dan Komisaris Independen di Bank Mandiri, Mia Amiati, membuka Malang Autism Colors 2025 di Malang Creative Center (MCC), Sabtu (25/10/2025). (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerintah Kota Malang menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi dengan Malang Autism Center (MAC) dalam mendukung anak-anak berkebutuhan khusus.

Hal ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, saat membuka Malang Autism Colors 2025 yang digelar Malang Autis Center, di Malang Creative Center (MCC), Sabtu (25/10/2025).

Baca Juga: Komisi D DPRD Jember Dorong Instansi dan Perusahaan Lebih Peduli Disabilitas

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan Malang Autism Center ini. Ada anak-anak surga yang memang harus kita fasilitasi dengan baik. Alhamdulillah, MCC menjadi tempat luar biasa untuk membimbing dan mengarahkan mereka,” ujar Wahyu Hidayat.

Menurutnya, Pemerintah Kota Malang siap membuka ruang kolaborasi dan memfasilitasi program-program pendidikan, pelatihan, hingga penyaluran kerja bagi anak-anak dengan autisme maupun disabilitas lainnya.

Dalam kesempatan itu, Wahyu juga menyampaikan bahwa fasilitas MCC dapat dimanfaatkan secara gratis oleh komunitas dan lembaga yang bergerak di bidang pendampingan anak disabilitas.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak MCC agar fasilitas ini bisa dimanfaatkan secara cuma-cuma untuk kegiatan pembinaan anak-anak istimewa,” jelasnya.

Wahyu menambahkan, pemerintah bersama dunia usaha memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan penyandang disabilitas memperoleh kesempatan yang sama.

“Ada kewajiban dari pemerintah dan perusahaan untuk memberikan ruang. Kami akan terus melatih keterampilan dan memfasilitasi mereka agar bisa berperan di dunia kerja,” tegasnya.

Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap kelompok rentan, Kota Malang telah menerima penghargaan Kota Ramah Anak dan Ramah Disabilitas kategori Nindya dari pemerintah pusat.
Wali Kota Wahyu Hidayat menilai, penghargaan ini bukan akhir dari perjuangan, melainkan awal untuk terus memperbaiki layanan inklusif di sektor pendidikan dan sosial.

“Kita masih punya banyak pekerjaan rumah. Tapi penghargaan ini jadi pengingat bahwa kita berada di jalur yang benar. Kami akan terus dampingi anak-anak istimewa agar bisa tumbuh dan berkembang sesuai potensinya,” ujarnya.

Pemerintah Kota Malang juga menggandeng psikiater dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi untuk melakukan pendataan serta pendampingan terhadap anak-anak dengan kebutuhan khusus.

Pendekatan ini diharapkan menciptakan sistem pendidikan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. “Kami ingin membangun kolaborasi yang kuat antara sekolah, tenaga pendidik, dan ahli psikologi agar pendampingan bisa berjalan menyeluruh. Guru-guru juga kami dorong untuk terus belajar dan memahami karakter anak-anak istimewa,” jelas Wahyu.

Beberapa sekolah di Kota Malang bahkan telah mendapat penghargaan Smart City Award berkat keberhasilan mereka dalam menciptakan lingkungan yang inklusif.

Di antaranya ada program pemeliharaan ikan dan kelas memasak, di mana anak-anak autis dapat bersosialisasi dengan teman sebayanya sekaligus mengembangkan minat.

Baca Juga: Baterai Motor Listrik Overload, Ruang Praktikum Polinema Malang Hangus Terbakar

Dinas Sosial Kota Malang mencatat, terdapat hampir 2.000 penyandang disabilitas yang tinggal di luar panti.

Sebagian telah mendapatkan pendampingan dari lembaga sosial dan yayasan yang berfokus pada pengembangan kemandirian penyandang autisme.

Wahyu Hidayat menegaskan, pemerintah akan terus memperkuat kerja sama lintas sektor, baik dengan Malang Autism Center maupun pihak swasta.

“Ke depan, kami ingin Malang menjadi kota yang benar-benar ramah bagi semua, termasuk bagi anak-anak dengan autisme. Kami siap bersinergi untuk mewujudkan itu,” terangnya.

Sementara itu, Founder sekaligus CEO Malang Autism Center, Mohammad Cahyadi, menyambut positif komitmen Pemerintah Kota Malang tersebut.

Ia menyebut, kegiatan Malang Autism Colors 2025 menjadi momentum penting untuk memperluas kolaborasi nyata antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan komunitas autisme.

“Terus terang, ini sangat men-trigger kami di MAC untuk segera menyusun proposal tindak lanjut. Kami akan segera mengajukan permohonan dukungan kepada Pemkot Malang, khususnya untuk menghadirkan sekolah inklusi khusus anak-anak autisme,” ujar Cahyadi.

Menurutnya, Malang memiliki potensi besar untuk menjadi pionir di Jawa Timur dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif berbasis autisme.

Baca Juga: Dari Kursi Roda, Karya Rajut Disabilitas di Kediri Ini Tembus Pasar Internasional

“Kami ingin agar sekolah ini tidak hanya menjadi tempat belajar, tapi juga ruang tumbuh, berinteraksi, dan berdaya bagi anak-anak autisme. Model seperti ini sudah banyak di Jakarta, dan kami yakin bisa diterapkan di Malang dengan sentuhan lokal,” tambahnya.

Cahyadi menegaskan, pendidikan inklusif sejati harus mengedepankan empati, kesetaraan, dan kesempatan bagi semua anak.

“Kami ingin Kota Malang menjadi pionir di Jawa Timur dalam menghadirkan sekolah inklusi yang benar-benar fokus pada anak-anak autisme. Ini bukan hanya soal pendidikan, tapi tentang memberi ruang dan kesempatan yang setara untuk mereka berkembang,” tutupnya.

Perlu diketahui, Malang Autism Colors (MAC) 2025 bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, edukasi, dan inklusi bagi individu dengan Autism Spectrum Disorder (ASD).

Kegiatan yang digelar pada 25–26 Oktober 2025 di Malang Creative Center ini merupakan rangkaian satu dekade MAC tersebut dimeriahkan dengan sejumlah acara, meliputi pameran karya, pertunjukan seni, seminar edukatif, serta berbagai aktivitas interaktif yang mengangkat semangat "Kolaborasi Untuk Inklusi".

Dengan diadakannya Malang Autism Colors 2025, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami dan menerima individu dengan autisme. Dukungan dari berbagai pihak sangat penting agar anak-anak dengan ASD dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, serta berpartisipasi aktif dalam masyarakat.

 

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.