Jumat, 12 Jun 2026 03:34 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Mas Dhito Pastikan Program Keagamaan Tetap Berjalan

  • Penulis :
  • | Rabu, 22 Okt 2025 17:10 WIB
Mas Dhito saat memimpin apel Hari Santri di Kabupaten Kediri. (Foto: Pemkab Kediri/jatimnow.com)
Mas Dhito saat memimpin apel Hari Santri di Kabupaten Kediri. (Foto: Pemkab Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memimpin Apel Hari Santri di Stadion Canda Bhirawa, Kecamatan Pare. Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa Kabupaten Kediri merupakan daerah dengan basis pesantren yang kuat dan memiliki peran penting dalam mencetak generasi berkarakter.

Saat ini terdapat 193 pondok pesantren di Kabupaten Kediri dengan jumlah santri mencapai 578 ribu orang. Setiap pondok pesantren, menurut Mas Dhito, memiliki kontribusi besar dalam membangun moral dan karakter para santri.

Baca Juga: Peminat Sekolah Rakyat di Kediri Terus Bertambah, Penjangkauan Terus Berjalan

Meski pemerintah daerah menghadapi pengurangan transfer kas dari pemerintah pusat, Pemkab Kediri memastikan program-program keagamaan tetap berlanjut. Salah satunya adalah program bantuan stimulan bagi pondok pesantren yang sedang berkembang. Hanya saja, Mas Dhito menyampaikan bahwa alokasi bantuan harus disesuaikan akibat efisiensi anggaran.

“Di data kami ada 51 pondok. Untuk tahun ini kita upayakan 10 pondok. Rencana awal 20, tapi karena pengurangan transfer kas daerah mau tidak mau kami harus melakukan penyesuaian,” ujarnya, Rabu (22/10/2025).

Baca Juga: Mas Dhito Berikan Bantuan untuk Menopang Ekonomi Keluarga Nenek Sholikah

Selain itu, program insentif atau bisyaroh bagi guru madrasah diniyah, termasuk guru agama non-muslim, yang telah berjalan sejak 2021 juga dipastikan tetap diteruskan. Program ini ditargetkan dapat mencakup 15 ribu guru, dengan penerima saat ini telah mencapai 9.500 guru, dan masing-masing juga memperoleh perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.

Pada tahun 2025, pemerintah daerah juga menyiapkan program beasiswa untuk santri dan hafidz dengan total 140 penerima.

Baca Juga: Pemkab Kediri Berikan Beasiswa BERANI untuk 58 Atlet Berprestasi

Dalam momentum Hari Santri, Mas Dhito mengingatkan kembali sejarah 22 Oktober yang berakar dari Resolusi Jihad KH Hasyim Asy’ari tahun 1945 di Surabaya. Di masa kini, lanjutnya, jihad dapat dimaknai sebagai perjuangan dalam bentuk pengabdian dan pendidikan yang dilakukan para guru dan masyayikh.

“Maka hari ini, bersama seluruh pondok pesantren dan para santri di Kabupaten Kediri, kita jaga kabupaten ini tetap menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” tegasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.