Senin, 15 Jun 2026 20:13 WIB

Pemkab Tulungagung Minta Pengelola SPPG Terbuka dan Transparan

  • Penulis :
  • | Selasa, 21 Okt 2025 08:58 WIB
Foto: Aktfitas di salah satu SPPG di Tulungagung. (Bramanta/jatimnow.com)
Foto: Aktfitas di salah satu SPPG di Tulungagung. (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com-Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo meminta pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk lebih terbuka dan transparan dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selama ini para pengelola cenderung tertutup dan tidak tranparan dengan pihak pemerintah. Peristiwa keracunan menu MBG yang terjadi beberapa waktu lalu diharapkan menjadi pelajaran bagi pengelola SPPG untuk lebih aktif berkoordinasi.

Menurut Gatut, keterbukaan dan komunikasi lintas sektor menjadi kunci agar kejadian serupa tidak terulang. Pengelola SPPG harus terus berkomunikasi dengan Camat, Kapolsek dan Danramil serta tokoh masyarakat yang terkait pelaksanaan MBG. Semua pihak perlu bekerja sama untuk memastikan program ini berjalan aman dan sesuai tujuan.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

"Setiap pelaksana program di lapangan wajib berkoordinasi dengan unsur pemerintahan daerah dan aparat keamanan di wilayah masing-masing," ujarnya, Selasa (21/10/2025)

Pihaknya menyoroti laporan adanya pembatasan akses bagi camat untuk memantau dapur SPPG. Menurutnya, langkah itu tidak sejalan dengan prinsip keterbukaan publik. Gatut meminta jajaran terkait memperketat pengawasan terhadap standar higienitas dan kualitas bahan makanan sebelum didistribusikan ke siswa.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Tidak boleh ada larangan bagi pejabat daerah untuk mengecek pelaksanaan program pemerintah. Semua ini untuk kebaikan bersama," tegasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh anggota DPRD Tulungagung dari Fraksi Golkar, Asrori. Menurutnya pelaksanaan MBG perlu disempurnakan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Asrori menyoroti sejumlah keluhan dari publik terkait mutu makanan yang disajikan. Pihaknya berencana melakukan inspeksi mendadak ke dapur penyedia MBG untuk memastikan proses pengolahan makanan sesuai standar kesehatan.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Banyak masukan dari masyarakat, terutama dari media sosial bahwa menu MBG kurang sesuai dengan anggaran yang tersedia. Ada buah yang kecil dan lauk yang kurang layak," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.