Kamis, 11 Jun 2026 03:06 WIB

Masukan DPRD Pada Program MBG di Surabaya

Arif Fathoni
Arif Fathoni

jatimnow.com - Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni memberikan catatan kritis terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Surabaya yang merupakan program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto. 

Menurutnya, pelaksanaan tahap awal program ini di sejumlah sekolah sempat terkesan asal-asalan, terutama pada masa pembelajaran daring bulan Agustus lalu.

Baca Juga: Jangan Biarkan Kasus MBG Tenggelam

“Memang di beberapa sekolah awal-awal itu terkesan asal-asalan, apalagi pada saat bulan rakyat itu ya, bulan Agustus itu kan bukan lagi bulan kemerdekaan tahun ini, itu kan bulan kemarahan rakyat,” ujar Mas Thoni, sapaan akrab Arif Fathoni, Rabu (8/10/2025).

Ia menuturkan, kondisi sosial yang cukup panas pada bulan tersebut berdampak pada pelaksanaan teknis program. 

Beberapa sekolah, kata dia, menjalankan MBG hanya untuk memenuhi kuota tanpa memperhatikan esensi program yang sebenarnya ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak.

“Saat itu terjadi, kemudian hanya untuk memenuhi kuota. Akhirnya ketika pendidikan daring, makanan dikirim ke rumah masing-masing itu cuma roti, ambil susu. Itu kan terkesan hanya menghabiskan kuota saja, tetapi tujuan filosofisnya untuk perbaikan gizi anak itu kan tidak tercapai,” tegasnya.

Mas Thoni menilai hal ini menjadi pekerjaan rumah bersama antara DPRD, pemerintah kota, dan lembaga pendidikan untuk memperkuat pengawasan serta memastikan program berjalan sesuai tujuan besar Presiden Prabowo membangun SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045.

“Ini menjadi PR kita bersama untuk melakukan pengawasan agar memastikan program prioritas presiden untuk kepentingan pembangunan SDM jangka panjang ini bisa terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Baca Juga: MBG, Korupsi dan Kegagalan Tata Kelola Kebijakan

Selain soal pelaksanaan teknis, politisi Partai Golkar tersebut juga menyoroti minimnya pelibatan guru dalam program MBG. Menurutnya, di sejumlah sekolah, guru tidak terlibat aktif dalam proses pengawasan dan pelaksanaan makan bergizi, sementara peran mereka sebenarnya sangat vital dalam menjaga kebersihan, kedisiplinan, dan edukasi gizi bagi siswa.

“Kami juga mendengar ada keluhan dari sebagian guru yang memang tidak dilibatkan. Sehingga pemilik dapur itu hanya mengantar dan mengambil makanan. Urusan menjaga kebersihan dan lain-lain ini tidak berjalan sebagaimana mestinya. Kami berharap pengelola dapur juga berkoordinasi aktif dengan kepala sekolah agar ada komunikasi yang bagus,” jelasnya.

Mas Thoni juga mengusulkan agar Dinas Pendidikan Kota Surabaya mengalokasikan tambahan anggaran operasional pendukung program MBG, termasuk bagi guru-guru yang turut memastikan keberhasilan pelaksanaan di lapangan.

“Saya berharap Dinas Pendidikan juga mengalokasikan anggaran tambahan untuk operasional pendukung MBG ini. Karena biasanya jam istirahat guru bisa istirahat sejenak, tapi sekarang mereka ikut membersihkan sisa makanan di kelas,” katanya.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

Meski begitu, Mas Thoni memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para tenaga pendidik di Surabaya yang tetap berkomitmen menjalankan program nasional tersebut dengan sepenuh hati.

“Kami sangat meyakini bahwa guru di Surabaya ini adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Mereka tidak pamrih untuk mensukseskan program ini. Tetapi pemerintah juga harus menghargai setiap tetesan keringat yang mereka keluarkan,” tutur Mas Thoni.

Ia menekankan, keberhasilan MBG bukan sekadar soal penyaluran makanan, melainkan tentang membangun sistem yang mendukung hubungan fungsional antara peserta didik dan tenaga pendidik, serta membentuk kebiasaan makan sehat sejak dini.

“Upaya untuk mencerdaskan bangsa itu kan hubungan yang fungsional antara peserta didik dengan tenaga pendidik,” pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.