Jumat, 19 Jun 2026 20:50 WIB

PGRI Trenggalek Tolak Rencana Guru Jadi Pencicip Menu MBG

  • Penulis :
  • | Rabu, 15 Okt 2025 12:58 WIB
Foto: Siswa di Trenggalek menikmati menu MBG. (Bramanta/jatimnow.com)
Foto: Siswa di Trenggalek menikmati menu MBG. (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com- PGRI Trenggalek menolak rencana guru menjadi tester dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Seharusnya, untuk memastikan kualitas mutu diserahkan sepenuhnya pada Badan Gizi Nasional (BGN) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Ketua PGRI Trenggalek, Catur Winarno mengatakan, Pemkab Trenggalek telah membuat satuan tugas (Satgas) untuk turut serta mengontrol pelaksanaan MBG disetiap sekolah. Dalam Satgas tersebut, juga melibatkan peran guru sebagai penanggung jawab pelaksanaan MBG di sekolah.

Baca Juga: Petani Jember Belum Rasakan Manfaat Ekonomi Program MBG

"Dibeberapa sekolah sudah ada guru yang menjadi koordinator pelaksanaan distribusi MBG," ujarnya, Rabu (15/10/2025).

Namun guru sebagai koordinator MBG hanya bertugas memastikan setiap siswa telah menerima MBG. Untuk mempermudah pelaksaan distribusi, guru juga bekerjasama dengan perwakilan setiap siswa, masing-masing kelas.

"Jadi guru yang menjadi koordinator itu tidak akan terganggu tugas sebagai pendidik," terangnya.

Disinggung soal rencana guru menjadi tester program MBG, PGRI Trenggalek tegas menolak. Alasanya, setiap unsur di BGN dan SPPG telah disediakan tim gizi dan juru masak terbaik.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

"Jika guru menjadi tester program MBG sebelum makanan dikonsumsi siswa kami menolak. Kami meminta agar SPPG mengoptimalkan unsur yang telah ada," ungkapnya.

Menurutnya, ketika tim BGN dan SPPG berjalan secara optimal, dipastikan program MBG dapat berjalan dengan baik. Serta tidak akan muncul kejadian buruk kepada siswa.

"Sudah ada tim gizi dan juru masak. Ketika tim bekerja maksimal, yakin tidak terjadi apa-apa," imbuhnya.

Baca Juga: Mahasiswa Universitas Brawijaya Tolak Kampus Kelola SPPG, Rektorat Bungkam

Catur menilai, pelaksaan program MBG di Trenggalek belum maksimal. Sehingga perlu ada evaluasi secara berkala dan melibatkan semua unsur.

"Kami mendorong agar selalu ada evaluasi dalam pelaksanaan MBG. Sehingga pelayanan kepada siswa dapat ditingkatkan," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.