Kamis, 18 Jun 2026 16:56 WIB

Antisipasi Kelangkaan, Pemkab Tulungagung Usulkan Pola Distribusi Elpiji 3 Kg

  • Penulis :
  • | Jumat, 10 Okt 2025 09:54 WIB
Foto: Penjual elpji di Tulungagung. (Bramanta/jatimnow.com)
Foto: Penjual elpji di Tulungagung. (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com-Pemerintah Kabupaten Tulungagung mengusulkan penyesuaian pola pendistribusian elpiji ukuran 3 Kg ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Usulan ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi kelangkaan gas yang biasanya terjadi pada periode dengan permintaan tinggi.

Kabag Ekonomi Setda Pemkab Tulungagung, Arif Efendi menjelaskan bahwa penyesuaian tersebut didasarkan pada evaluasi pola kebutuhan musiman atau seasonality demand, yang mengacu pada data kebutuhan gas selama satu tahun terakhir.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

“Kami mengusulkan agar distribusi LPG disesuaikan dengan pola kebutuhan masyarakat. Ada masa-masa tertentu di mana konsumsi meningkat, seperti musim kemarau atau menjelang hari besar keagamaan,” ujarnya, Jumat (10/10/2025).

Menurutnya, kebutuhan LPG 3 kilogram tidak selalu stabil sepanjang tahun. Pada periode Januari hingga April, misalnya, kebutuhan relatif rendah karena aktivitas usaha mikro belum begitu ramai dan sektor pertanian masih dalam musim hujan. Namun, saat memasuki musim kemarau, permintaan biasanya melonjak tajam. Hal ini dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas usaha kecil, banyaknya hajatan warga, serta perayaan hari besar keagamaan.

“Bulan Mei sampai Juni biasanya banyak hajatan, ditambah lagi momentum Idul Adha yang juga meningkatkan konsumsi gas. Lalu Agustus–September bertepatan dengan musim kemarau dan banyak kegiatan masyarakat seperti karnaval,” tuturnya.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Berdasarkan data, sisa kuota distribusi elpiji hingga akhir tahun 2025 sebanyak 14.865 tabung. Pihak Pemkab mengusulkan agar jatah distribusi dialokasikan lebih besar pada bulan-bulan dengan kebutuhan tinggi.

“Kami usulkan untuk bulan Agustus dialokasikan 30 persen, September 20 persen, Oktober 18 persen, November 17 persen, dan Desember 15 persen,” imbuhnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Langkah ini diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan gas melon di pasaran dan mencegah terjadinya kelangkaan yang seringkali menimbulkan kepanikan di masyarakat.

“Prinsipnya agar distribusi lebih tepat waktu dan sesuai kebutuhan. Dengan begitu, masyarakat tidak kesulitan mendapatkan LPG terutama di masa permintaan tinggi,” pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.