Jumat, 19 Jun 2026 06:39 WIB

SUN Energy Cetak Pemimpin Vokasi, Dorong SDM Unggul Sambut Indonesia Emas 2045

SMK Tanoko di Pasuruan, mengukuti training dalam gelaran Public Speaking & Leadership Workshop. (Foto/jatimnow.com).
SMK Tanoko di Pasuruan, mengukuti training dalam gelaran Public Speaking & Leadership Workshop. (Foto/jatimnow.com).

jatimnow.com - Upaya pengembang proyek keberlanjutan, SUN Energy, untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045 tak hanya berfokus pada transisi energi bersih. Perusahaan ini secara nyata menunjukkan komitmen Environmental, Social, Governance (ESG) melalui investasi pada kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya generasi pemimpin muda di sektor vokasi.

Kolaborasi strategis dengan SMK Tanoko di Pasuruan, Jawa Timur, baru-baru ini diwujudkan melalui gelaran Public Speaking & Leadership Workshop. Pelatihan non-teknis ini dirancang khusus untuk membekali siswa terpilih dengan keterampilan komunikasi dan kepemimpinan yang esensial.

Baca Juga: Genap 61 Tahun, PGN Kuasai 95 Persen Infrastruktur Gas Nasional

Inisiatif ini hadir sebagai respons proaktif terhadap tantangan pengangguran lulusan SMK di Indonesia. Meskipun Indonesia memiliki lebih dari 14 ribu SMK dengan lebih dari 5 juta siswa, data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2024 menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) lulusan SMK masih menjadi yang tertinggi, mencapai 9,01%.

Pelatihan ini tidak hanya sejalan dengan agenda Indonesia Emas 2045 yang menargetkan penguatan pendidikan vokasi agar 'link and match' dengan kebutuhan industri, tetapi juga menjadi katalis untuk mengoptimalkan bonus demografi 2030-2040. Program ini juga selaras dengan kebijakan pemerintah seperti inisiatif Merdeka Belajar Vokasi yang mendorong kolaborasi erat antara sekolah dan dunia industri.

Group Head of Marketing SUN Energy, Anggita Pradipta, menegaskan bahwa pembahasan tentang transisi energi harus juga menyertakan isu kepemimpinan. "Selain bicara mengenai teknologi dalam transisi energi di Indonesia, kita juga bicara tentang siapa yang akan memimpin perubahan," ungkap Anggita.

Melalui workshop ini, SUN Energy berambisi membekali siswa vokasi untuk menjadi tenaga kerja siap pakai dan calon pemimpin yang "berani bicara, mampu memimpin, dan siap mendorong Indonesia menuju masa depan berkelanjutan".

Baca Juga: PGN Godok Rencana Penyaluran Gas CNG untuk Kebutuhan Rumah Tangga

Kepala Sekolah SMK Tanoko, Aris Cahyono, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menyebut bahwa fokus siswa vokasi yang seringkali sangat intens pada keterampilan teknis perlu diimbangi dengan soft skill.

"Pelatihan non-teknis seperti ini dapat membangun kepercayaan diri siswa, sebagai calon pemimpin masa depan bangsa," ujar Aris Cahyono.

Pengalaman positif juga dibagikan oleh Mutiara, Ketua OSIS SMK Tanoko dan peserta pelatihan. "Saya mendapatkan banyak hal baru, terutama untuk meningkatkan kemampuan diri saya dalam memimpin. Saya berharap dapat menerapkan materi pelatihan ini dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun ke depannya saat terjun langsung ke dunia kerja," kata Mutiara.

Baca Juga: Ribuan Pencari Kerja Mengikuti Program Pelatihan Vokasi Nasional

Aktivitas ini merupakan bagian dari inisiatif ESG yang lebih luas dari SUN Energy, yang juga mencakup pembangunan PLTS Atap hingga pelatihan teknis di berbagai sekolah vokasi

Dengan pendekatan yang menyeluruh ini, SUN Energy bertekad memastikan generasi muda bukan hanya sekadar tenaga kerja, melainkan juga calon pemimpin yang akan berkontribusi signifikan dalam percepatan transisi energi bersih di Indonesia 

Harapannya, kolaborasi antara dunia industri dan sekolah vokasi, seperti yang dilakukan SUN Energy dan SMK Tanoko, dapat menginspirasi sektor industri lainnya.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.