Jumat, 19 Jun 2026 22:34 WIB

Anak Kerap Usil? Terapkan 3 Tips Mendidik Jitu dari Pendidik Cikal Ini

Pendidik di Rumah Main Cikal meyakini bahwa relasi yang hangat dan penuh rasa hormat adalah dasar dari pembelajaran yang bermakna bagi anak usia dini. (Foto: Ilustrasi/Gemini)
Pendidik di Rumah Main Cikal meyakini bahwa relasi yang hangat dan penuh rasa hormat adalah dasar dari pembelajaran yang bermakna bagi anak usia dini. (Foto: Ilustrasi/Gemini)

 

jatimnow.com - Perilaku usil pada anak usia dini seringkali membuat orang tua bingung atau bahkan frustrasi. Namun, perilaku tersebut tidak selalu berarti anak nakal, melainkan bisa jadi merupakan cara mereka bereksperimen atau mengekspresikan diri.

Baca Juga: BRI Kertajaya Kucurkan Rp72 Juta Fasilitasi PAUD Ceria Bunda Surabaya

Dengan pendekatan yang tepat, orang tua justru dapat mengubah momen ini menjadi kesempatan berharga bagi anak untuk belajar memahami perasaan orang lain, mengelola emosi, dan mengembangkan empati.

Dara Farhana, seorang pendidik di Rumah Main Cikal Bandung, membagikan tiga strategi utama yang dapat diterapkan orang tua untuk menghadapi dan mendidik anak usil secara efektif:

1. Hindari Perintah Larangan (Do not) yang Kosong

Dara menyarankan agar orang tua sebisa mungkin menggunakan kalimat positif saat menasihati anak yang usil. Pendekatan ini lebih membantu anak memahami perilaku apa yang sebenarnya diharapkan.

“Dalam pendekatan pendidikan anak usia dini, lebih disarankan untuk menggunakan kalimat positif yang memberi tahu anak apa yang sebaiknya dilakukan, bukan hanya apa yang tidak boleh,” jelas Dara.

Ia memberikan contoh, alih-alih mengatakan, "Jangan dorong teman!", orang tua bisa menggantinya dengan, “Yuk, kita antri dengan tenang,”.

Meskipun demikian, penggunaan kata "Jangan" tidak diharamkan sepenuhnya. Dara menekankan bahwa jika kata larangan digunakan, harus diikuti dengan penjelasan yang logis agar anak memahami dampak dari tindakannya.

“Setelah mengatakan 'jangan', guru atau orang tua tetap memberi penjelasan singkat tentang alasannya, serta mengajak anak merefleksikan perbuatannya. Dengan begitu, anak tidak hanya tahu bahwa perilakunya dilarang, tetapi juga belajar tentang dampak tindakannya terhadap orang lain,” lanjut pendidik Rumah Main Cikal ini.

Baca Juga: Stop Ingkari Janji! Ini Cara Jitu Ajarkan Konsep Janji pada Anak Usia Dini

2. Hindari Memarahi Anak dengan Nada Tinggi

Strategi kedua adalah menghindari memarahi anak, terutama dengan emosi atau nada tinggi. Menurut Dara, memarahi anak bukanlah cara yang efektif untuk membuat mereka belajar dan merefleksikan perilakunya.

“Memarahi anak dapat berdampak kurang mendidik dan bahkan memperburuk perilaku dalam jangka panjang,” ungkap Dara.

Ia menyarankan bahwa pendekatan yang lebih efektif adalah dengan menenangkan anak terlebih dahulu, baru kemudian mengajaknya berbicara secara reflektif.

“Menjelaskan dampak dari perilakunya terhadap orang lain, dan membimbing mereka untuk memikirkan solusi atau cara bertindak yang lebih baik. Ini membantu perkembangan empati, tanggung jawab, dan regulasi diri. Kemampuan penting dalam kehidupan sosial anak,” tegasnya.

Baca Juga: Tips Baca Buku Seru untuk Anak ala Rumah Main Cikal, Dijamin Ketagihan!

3. Ajak Anak Berdiskusi Reflektif (Tingkatkan Empati)

Kunci keberhasilan pendekatan ini adalah mengajak anak berdiskusi untuk merefleksikan perilakunya. Diskusi yang dilakukan secara lembut dan penuh hormat akan mendorong anak mengembangkan empati dan kesadaran diri.

“Misalnya dengan bertanya, 'Kira-kira perasaan temanmu seperti apa ya saat itu?' atau 'Kalau kamu diperlakukan begitu, kamu merasa bagaimana?'” saran Dara.

Pendekatan reflektif ini penting karena membantu anak mengembangkan empati, kesadaran diri, dan rasa tanggung jawab, tanpa mereka merasa takut atau malu.

Pendidik di Rumah Main Cikal meyakini bahwa relasi yang hangat dan penuh rasa hormat adalah dasar dari pembelajaran yang bermakna bagi anak usia dini

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.