Senin, 15 Jun 2026 21:25 WIB

Stop Ingkari Janji! Ini Cara Jitu Ajarkan Konsep Janji pada Anak Usia Dini

Konsep menjanjikan sesuatu pada anak pada dasarnya merupakan hal yang baik karena dapat membantu anak belajar mengenai kepercayaan dan tanggung jawab. (Foto: Ilustrasi/Gemini Generated Image)
Konsep menjanjikan sesuatu pada anak pada dasarnya merupakan hal yang baik karena dapat membantu anak belajar mengenai kepercayaan dan tanggung jawab. (Foto: Ilustrasi/Gemini Generated Image)

jatimnow.com - Praktik berjanji sering kali digunakan orang tua sebagai solusi cepat untuk menenangkan atau memotivasi anak. Namun, pendidik mengingatkan pentingnya memahami bagaimana anak usia dini memandang konsep janji.

Konsistensi orang tua dalam menepati janji menjadi kunci dalam membangun nilai kepercayaan dan tanggung jawab anak sejak dini.

Baca Juga: BRI Kertajaya Kucurkan Rp72 Juta Fasilitasi PAUD Ceria Bunda Surabaya

Pendidik Rumah Main Cikal Lebak Bulus, Zati Dillah Putri, menjelaskan bahwa anak usia dini memiliki cara berpikir yang masih sangat konkret, sehingga mereka belum mampu memaknai alasan di balik perubahan situasi atau penundaan sebuah janji.

"Pada anak usia dini, mulai mengenal konsep 'janji' sebagai ucapan yang berarti sesuatu akan terjadi nanti. Karena pada usia ini, mereka masih berpikir mengenai suatu hal secara 'konkret' belum secara abstrak,” kata Zati Dillah Putri.

Menurut Zati, konsep menjanjikan sesuatu pada anak pada dasarnya merupakan hal yang baik karena dapat membantu anak belajar mengenai kepercayaan dan tanggung jawab.

Namun, ia memberikan peringatan keras mengenai risiko jika janji digunakan secara tidak tepat. Konsep menjanjikan sesuatu pada anak dapat menjadi hal yang baik bila dilakukan secara jujur, konsisten, dan realistis karena membantu anak belajar tentang kepercayaan dan tanggung jawab.

Baca Juga: Tips Baca Buku Seru untuk Anak ala Rumah Main Cikal, Dijamin Ketagihan!

"Namun, jika digunakan berlebihan, tidak ditepati, atau manipulatif, justru dapat merusak kepercayaan dan nilai moral anak,” jelasnya.

Intinya, janji yang tidak ditepati oleh orang tua tidak hanya menimbulkan kekecewaan, tetapi juga merusak fondasi moral dan kepercayaan anak terhadap orang dewasa yang seharusnya menjadi panutan.

Untuk menumbuhkan pemahaman yang benar tentang arti janji, Zati menyarankan agar orang tua dan guru menggunakan metode yang dekat dengan dunia anak, yaitu melalui kegiatan bermain.

Baca Juga: IGABA Surabaya Rayakan Milad ke-28, Dorong Kemandirian dan Generasi Hebat

Ia merekomendasikan dua pendekatan utama. Pertama, bermain peran (Role-playing). Anak dapat bermain peran dengan tema sehari-hari, seperti situasi bertukar mainan, giliran bermain, atau menyelesaikan tugas bersama. Dalam situasi ini, orang dewasa dapat menekankan pentingnya janji atau kesepakatan yang dibuat oleh anak-anak dalam peran tersebut.

Kedua, storytelling (bercerita). Cerita dengan tokoh yang menepati atau mengingkari janji bisa digunakan sebagai contoh nyata. Guru atau orang tua dapat mendorong anak untuk mengidentifikasi perilaku tokoh, menanyakan perasaan tokoh lain yang terpengaruh, dan membahas konsekuensi dari tindakan menepati atau mengingkari janji.

“Untuk menumbuhkan pemahaman anak tentang arti janji, seperti bermain peran. Selain bermain peran, mengajarkan tentang janji dapat dilakukan dengan storytelling," tutup Zati. Ia menegaskan bahwa belajar terbaik pada usia dini adalah melalui interaksi yang menyenangkan dan relevan.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.